Semakincepat getaran suatu partikel, semakin besar energi kinetiknya, dan semakin tinggi suhunya. Begitupun sebaliknya, partikel yang bergetar lambat, memiliki energi kinetik yang kecil dan suhu yang rendah. Perubahan suhu air rendah menjadi tinggi adalah mendidihkan perpindahan energi dari suatu benda ke benda lainnya yang disebabkan karena adanya perbedaan suhu disebut dengan kalor. Suhu adalah besarnya derajt panas atau dinginnya benda. Jika benda kita panaskan akan mengakibatkan suhunya naik, begitu juga sebaliknya jika benda tersebut didinginkan maka suhunya akan Kalor terhadap Wujud ZatKetika kita menaikkan dipanaskan atau menurunkan didinginkan suhu suatu benda maka juga dapat mengakibatkan terjadinya perubahan wujud zat Suhu dinaikkanContoh terjadinya perubahan wujud zat ketika suhu benda dinaikkan adalah ketika merebus air. Ketika merebus air hingga mendidih maka akan terjadi kenaikan suhu dari suhu rendah ke suhu tinggi. Hal ini menyebabkan perubahan dari zat cair menjadi gas yang disebut juga dengan Suhu diturunkanContohnya terjadi pada perubahan wujud zat ketika suhu benda diturunkan adalah air putih kita masukkan ke dalam mesin freezer yang ada di lemari es. Air putih akan mengalami penurunan suhu dari suhu tinggi ke suhu rendah sehingga air putih membeku menjadi es batu yang disebut juga dengan lebih lanjutMateri tentang Pemuaian tentang Laju kalor tentang pemuaian Detil JawabanMapel FisikaBab KalorKelas VIISemester 1Kode Contohpertama, misal tinggi badan Agung adalah 190 cm sedangkan tinggi badan Vatinson adalah 95 cm. Pada situasi ini dapat dikatakan bahwa jarak tinggi badan Vatinson dengan Agung adalah 95 cm. Bisa juga dikatakan bahwa tinggi badan Agung 2 kali tinggi badan Vatinson. Jakarta - Perpindahan panas atau dikenal juga sebagai perpindahan kalor adalah berpindahnya kalor dari benda dengan suhu tinggi ke benda dengan suhu lebih rendah yang terjadi secara alami. Perpindahan ini mengakibatkan terjadinya percampuran suhu dari kedua benda lanjut, detikers sudah tahu tentang apa itu kalor, belum? Berdasarkan buku Perpindahan Kalor dan Massa oleh Ismail Sulaiman, kalor adalah suatu jenis energi yang dapat menimbulkan perubahan suhu pada suatu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, kalor memiliki arti sebagai tenaga panas yang dapat diterima dan diteruskan oleh satu benda ke benda lain secara hantaran konduksi, penyinaran radiasi, atau aliran konveksi.Nah, kalor ini memiliki satuan internasional yang disebut joule dan satuan umum yang disebut dengan kalori, lho. Panas atau kalor juga memiliki pengaruh terhadap suatu benda dengan menimbulkan adanya perubahan suhu serta perubahan bentuk atau tahu enggak sih kalau perpindahan panas atau perpindahan kalor dapat terjadi melalui tiga cara, yaitu konduksi, radiasi, dan konveksi. Dikutip dari buku Perpindahan Kalor dan Massa oleh Ismail Sulaiman, ini dia penjelasan KonduksiKonduksi adalah perambatan panas tanpa disertai perpindahan zat perantara. Perpindahan panas secara konduksi terjadi jika panas mengalir dari tempat dengan suhu tinggi ke tempat dengan suhu yang lebih rendah menggunakan media penghantar panas peristiwa konduksi dalam kehidupan sehari-hari- Sendok stainless steel akan terasa panas saat dipakai untuk mengaduk kopi panas. Nah, perambatan panas inilah yang disebut dengan Cangkir pelan-pelan akan terasa hangat bahkan panas jika diisi kopi atau teh panas. Padahal sewaktu kosong cangkir memiliki suhu yang sama dengan ruangan tempatnya Memanaskan panci atau wajan di atas api merupakan salah satu peristiwa konduksi yang bisa kamu lihat sehari-hari di Knalpot motor menjadi panas saat mesin KonveksiPerpindahan panas secara konveksi terjadi antara permukaan padat dengan benda cair yang mengalir di sekitarnya melalui media penghantar cairan atau gas. Biasanya, perpindahan panas secara konveksi ini terjadi pada benda cair atau gas, nih peristiwa konveksi dalam kehidupan sehari-hari- Minyak goreng yang dipanaskan di penggorengan. Panas pada minyak dengan suhu tinggi berpindah ke minyak dengan suhu lebih rendah. Perpindahan panas pada minyak ini terjadi dengan perantara air atau minyak itu Terjadinya angin darat dan angin Gerakan balon udara- Asap cerobong pabrik yang membumbung RadiasiRadiasi adalah perpindahan panas yang terjadi tanpa medium perantara. Perpindahan panas dengan cara radiasi terjadi melalui gelombang-gelombang peristiwa radiasi dalam kehidupan sehari-hari- Panas matahari yang sampai ke bumi dan bisa langsung kita rasakan tanpa adanya Tubuh terasa hangat ketika berada di dekat sumber api atau lampu dengan daya yang Proses menetaskan telur ayam atau burung dengan lampu juga merupakan peristiwa radiasi dalam kehidupan itu dia penjelasan mengenai perpindahan panas atau perpindahan kalor lengkap dengan macam-macam jenis dan contohnya. Simak Video "Sejumlah Kota-kota Besar di China Dilanda Suhu Panas Ekstrem" [GambasVideo 20detik] pal/pal

Semakintinggi suhu udara maka tekanan udara akan semakin rendah. Dan sebaliknya, jika suhu udara (Baca: Faktor Yang Mempengaruhi Suhu Udara) menjadi rendah maka tekanan udara yang dihasilkan akan semakin tinggi. Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh dari garis lintang, pergeseran posisi matahari tahunan dan persebaran daratan dan lautan.

Perubahan iklim membuat bumi menjadi semakin hangat. Tak hanya daratan yang merasakannya perubahan, lautan pun merespon perubahan tersebut. Sebuah penelitian ilmiah menemukan bahwa ekosistem laut menjadi lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Pemanasan global disebabkan oleh aktivitas manusia yang menghasilkan panas dan karbon dioksida. Sehingga satu abad belakangan ini peningkatkan suhu global rata-rata 1 derajat Fahrenheit atau setara 0,6 derajat Celcius. Di lautan perubahan ini menyebabkan peningkatan suhu air sekitar 0,18 derajat Fahrenheit atau 0,1 derajat Celcius. Pemanasan ini juga terjadi dari permukaan hingga kedalaman 2300 kaki 700 meter, di mana kehidupan laut paling subur berada di daerah tersebut. Organisme laut yang paling rentan terhadap perubahan suhu air laut adalah karang. Sebuah bukti bahwa terumbu akan memutih walau perubahan suhu hanya sedikit. Pemutihan terumbu karang atau bleaching akan memperlambat pertumbuhan sehingga rentan penyakit dan menyebabkan kematian dalam skala besar. Terkait dengan kondisi terumbu karang di Indonesia, sebenarnya Indonesia termasuk segitiga terumbu karang di dunia. Indonesia memiliki terumbu karang indah dengan 15 persen terumbu karang dunia ada di Indonesia. Organisme lain yang mudah terpengaruh ialah krill, sejenis udang kecil yang sangat penting sebagai dasar dalam rantai makanan. Penelitian menunjukkan krill bereproduksi dalam jumlah kecil ketika suhu laut meningkat. Hal ini dapat memberi efek yang mengganggu siklus hidup pemakan krill. Seperti penguin dan anjing laut, sehingga menyebabkan kekurangan makan bagi predator yang lebih tinggi. Ketika air memanas, dampak yang paling mudah terlihat adalah semakin tingginya permukaan laut. Kenaikan permukaan laut menyebabkan gangguan di sekitar pesisir pantai. Manusia, tumbuhan, hewan akan mengalami dampak seperti erosi pantai, badai hingga gelombang kuat. Banyak ahli cuaca mengatakan, kita sudah melihat efek peningkatan suhu lain dalam bentuk badai tropis dan lebih sering terjadinya badai atau siklon. Air permukaan yang hangat pun menghilang berubah menjadi uap, sehingga potensi badai laut semakin besar. Badai kuat juga lebih berpotensi mengakibatkan kerusakan di daratan. Badai ini juga membahayakan ekosistem laut seperti terumbu karang dan rumbut laut. Peningkatan intensitas badai membuat habitat sulit untuk pulih. Peningkatan suhu laut juga terkait dengan penyebaran spesies bahkan penyakit laut. Faktor yang membuat habitat laut stabil ialah suhu air. Jika ekosistem menjadi lebih hangat menyebabkan bakteri berkembang. Hal ini menyebabkan spesies laut terpaksa bermigrasi kemudian terancam punah. Air laut yang hangat juga menyebabkan mencarinya es di kutub sehingga banyak gunung-gunung es mencair. Pencairan es ini dapat memicu perubahan iklim dengan sangat cepat. Para ilmuwan khawatir ini pun mengganggu conveyor belt, sistem arus global yang mengatur suhu bumi. Hanya ada satu cara mengurangi suhu laut ialah mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan. Namun, kalau pun emisi karbon dioksida berkurang bahkan hilang, gas yang telah tersebar sebelumnya membutuhukan waktu puluhan tahun atau lebih untuk menghilang. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
estiana20 Kalor dapat mengubah suhu suatu benda , sebagai contoh air panas memiliki suhu yang tinggi. Air dingin memiliki panas yang rendah. Jika kedua kondisi suhu tersebut terkombinasi, akan diperoleh suhu yang baru pada udara.
Intensitas dan kualitas cahaya yang masuk ke dalam air dan yang diserap menghasilkan panas. Dari sudut ekologi, energi panas ini dan hubungannya dengan hal-hal yang terjadi di dalam air, merupakan faktor yang sangat penting dalam mempertahankan air sebagai suatu lingkungan hidup bagi hewan dan tumbuhan. Suhu merupakan faktor fisika yang penting dimana-mana di dunia. Kenaikan suhu mempercepat reaksi-reaksi kimiawi; menurut Hukum van’t Hoff kenaikan suhu 10°C akan melipat ganda kecepatan reaksi, walaupun hukum ini tidak selalu berlaku. Misalnya saja proses metabolisme akan meningkat sampai puncaknya dengan kenaikan suhu tetapi kemudian menurun lagi. Setiap perubahan suhu cenderung untuk mempengaruhi banyaknya proses kimiawi yang terjadi secara bersamaan pada jaringan tanaman dan binatang, karenanya juga mempengaruhi biota secara keseluruhan. Pada proses penetasan telur suhu sangat berpengaruh terhadap lama waktu inkubasi telur, contohnya pada ikan bandeng makin tinggi suhu air penetasan, makin cepat waktu inkubasi. Pada suhu 29°C waktu inkubasi 27 – 32 jam dan pada suhu 31,5oC waktu inkubasi 20,5 – 22 jam. Gambar 4. Hubungan antara suhu air dan waktu inkubasi Suhu merupakan salah satu parameter air yang sering diukur, karena kegunaannya dalam mempelajari proses fisika, kimia dan biologi. Suhu air berubah-ubah terhadap keadaan ruang dan waktu. Suhu perairan tropis pada umumnya lebih tinggi daripada suhu perairan sub tropis utamanya pada musim dingin. Penyebaran suhu di perairan terbuka terutama disebabkan oleh gerakan air, seperti arus dan turbulensi. Penyebaran panas secara molekuler dapat dikatakan sangat kecil atau hampir tidak ada Romimohtarto, 1985. Sifat-sifat panas air ini yang mempengaruhi lingkungan perairan terdiri dari a Panas jenis Air termasuk salah satu zat yang mempunyai panas jenis yang tinggi, yang mana sangat baik bagi suatu lingkungan. Panas jenis ini merupakan suatu faktor kapasitas energi panas untuk menaikkan suhu suatu satuan berat pada skala 1ºC. b Suhu Suhu secara langsung atau tidak langsung sangat dipengaruhi oleh sinar matahari. Panas yang dimiliki oleh air akan mengalami perubahan secara perlahan-lahan antara siang dan malam serta dari musim ke musim. Selain itu, air mempunyai sifat dimana berat jenis maksimum terjadi pada suhu 4ºC dan bukan pada titik beku. Suhu air sangat berpengaruh terhadap jumlah oksigen terlarut di dalam air. Jika suhu tinggi, air akan lebih cepat jenuh dengan oksigen dibanding dengan suhunya rendah. Suhu air pada suatu perairan dapat dipengaruhi oleh musim, lintang latitude, ketinggian dari permukaan laut altitude, waktu dalam satu hari, penutupan awan, aliran dan kedalaman air. Peningkatan suhu air mengakibatkan peningkatan viskositas, reaksi kimia, evaporasi dan volatisasi serta penurunan kelarutan gas dalam air seperti O2, CO2, N2, CH4 dan sebagainya. Kisaran suhu air yang sangat diperlukan agar pertumbuhan ikan-ikan pada perairan tropis dapat berlangsung berkisar antara 25-32°C. Kisaran suhu tersebut biasanya berlaku di Indonesia sebagai salah satu negara tropis sehingga sangat menguntungkan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan. Suhu air sangat berpengaruh terhadap proses kimia, fisika dan biologi di dalam perairan,sehingga dengan perubahan suhu pada suatu perairan akan mengakibatkan berubahnya semua proses di dalam perairan. Hal ini dilihat dari peningkatan suhu air, maka kelarutan oksigen akan berkurang. Peningkatan suhu perairan 10°C mengakibatkan meningkatnya konsumsi oksigen oleh organisme akuatik sekitar 2–3 kali lipat, sehingga kebutuhan oksigen oleh organisme akuatik meningkat. 1Jelaskan dengan contoh perubahan suhu air rendah menjadi tinggi !2.Mengapa air yang direbus terus -menerus lama kelamaan akan habis? . Question from @Liya197784 - Sekolah Menengah Pertama - Biologi College Loan Consolidation Thursday, February 5th, 2015 - Kelas VII Kalor dapat mengubah suhu suatu benda, sebagai contoh air panas memiliki suhu yang tinggi. Air dingin memiliki suhu yang rendah. Apabila kedua kondisi suhu tersebut dicampur, akan diperoleh suhu yang baru pada air. Perubahan suhu terjadi karena panas dari suhu air yang lebih tinggi berpindah ke air yang suhunya lebih rendah. Suhu rendah meningkat, karena menerima panas dari suhu tinggi. Panas yang bergerak dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah itu disebut Kalor Dapat Mengubah Suhu Benda Sewaktu air dipanaskan, air menerima energi panas dari api melalui cerek yang mewadahinya. Air menerima energi panas, ditandai dengan adanya kenaikan suhu. Semakin besar energi panas yang diterima air, semakin besar pula kenaikan suhu pada air. Kalor dan Perubahan Suhu Peristiwa itu menunjukkan semakin besar kalor yang diterima suatu benda, semakin besar pula kenaikan suhu pada benda tersebut. Pertambahan kalor sebanding dengan perpindahan panas dari api ke benda yang menerimanya, dan sebanding pula dengan kenaikan suhunya. Apabila banyaknya kalor dinyatakan dengan Q, dan perubahan suhu dinyatakan dengan DT perubahan suhu, maka hubungan kalor dengan perubahan suhu dapat dinyatakan dengan persamaan Q ≈ ΔT Dengan demikian, kalor merupakan salah satu bentuk energi, karena kalor adalah energi panas yang mengalir dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Kalor diukur dengan satuan kalori. Satu kalori yaitu banyaknya energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu sebesar 1°C pada 1 gram air. Air yang massanya gram dinaikkan suhunya dari 24°C menjadi 25°C dibutuhkan energi sebesar kalori. Alat percobaan Joule Sedangkan berdasarkan satuan SI, energi kalor dinyatakan dengan joule J. Joule berasal dari percobaan James Prescott Joule, bahwa 1 kalori sebanding dengan 4,186 yang dibulatkan menjadi 4,2 joule 1 kalori = 4,2 joule sehingga 1 joule itu sebanding dengan 4,2 kalori 1 joule = 4,2 kalori. Jumlah Kalor yang Dibutuhkan untuk Menaikkan Suhu Zat Setelah kita mengetahui perubahan suhu selama pemanasan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi bayaknya kalor untuk menaikkan suhu suatu zat, maka dari kegiatan berikut ini kita akan memahami faktor lainnya. Salah satu faktor banyaknya kalor ketika pemanasan air berupa peningkatan suhu Ketika memanaskan air semakin lama waktunya semakin tinggi kenaikan suhunya, dan semakin tinggi suhunya semakin banyak pula energi kalor yang diperlukannya. Dengan demikian perubahan suhu berpengaruh terhadap banyaknya energi kalor yang diperlukan. Selain perubahan suhu, ada dua faktor lagi yang dapat memengaruhi banyaknya energi kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu zat. Berikut ini uraian dua faktor yang lainnya itu. Dari kegiatan yang sudah kita lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa waktu yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat cair dipengaruhi oleh jumlah zat cair. Semakin banyak zat cair maka semakin lama waktu yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat. Dengan demikian, kalor yang diperlukan lebih banyak. Grafik perubahan suhu air dengan massa Banyaknya benda yang dipanaskan pada umumnya dinyatakan dengan massa benda. Massa benda dilambangkan dengan m dengan satuan kilogram kg. Maka, banyaknya kalor yang dibutuhkan Q sebanding dengan massa benda atau secara bentuk persamaannya Q ≈ m Banyaknya kalor yang diperlukan antara air dan minyak goreng yang sama massanya akan berbeda. Minyak goreng akan lebih cepat panas dibandingkan air, sehingga kalor yang dibutuh-kan air intuk mencapai suhu tersebut, lebih banyak. Dengan demikian faktor ketiga yang memengaruhi jumlah kalor yang dibutuhkan adalah jenis zat. Banyaknya kalor yang diperlukan setiap kilogram zat untuk menaikkan suhu satu Kelvin disebut kalor jenis. Banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhunya sebanding dengan kalor jenis benda itu. Kalor jenis dilambangkan dengan c, dan banyaknya kalor dengan Q, maka terbentuk persamaan Q = c Besarnya kalor jenis pada beberapa zat berbeda-beda. Satuan kalor jenis dalam SI adalah joule per kilogram Kelvin J/ atau dalam joule per kilogram derajat Celsius J/kg°C. Besarnya kalor jenis pada beberapa zat dapat kita amati pada tabel berikut. Kalor Jenis Beberapa Zat Dengan demikian, kalor yang diperlukan untuk menaikkan atau menurunkan suhu benda bergantung kepada massa m dengan satuannya kilogram kg, kalor jenis c dengan satuannya J/ atau J/kg °C, dan perubahan suhu ΔT dengan satuannya Kelvin atau °C. Hubungan antara banyaknya kalor Q, massa benda m, kalor jenis c, dan perubahan suhu ΔT dapat dinyatakan dengan persamaan Q = ΔT Selain dengan menggunakan rumus, untuk mengetahui banyaknya kalor yang diterima atau yang dilepaskan benda dapat menggunakan alat yang disebut kalorimeter. Kalorimeter sederhana, alat untuk mengetahui banyaknya kalor yang diterima atau dilepaskan suatu benda. Bagaimanaperbedaan pengukuran arus pada listrik dinamis dan statis. Bila kita menyelam di laut terlalu dalam, maka pernapasan kita terasa sesak. hal ini disebabkan oleh. Gelombang laut dapat menenggelamkan kapal. hal ini disebabkan . Jelaskan disertai dengan contoh perubahan suhu air rendah menjadi tinggi. tolong dibantu ya kk . Sendok yang digunakan untuk menyeduh kopi panas, akan terasa hangat. Leher Anda jika disentuh akan terasa hangat. Apa sebenarnya yang berpindah dari kopi panas ke sendok dan dari leher ke syaraf kulit? Sesuatu yang berpindah tersebut merupakan energi/kalor. Pada dasarnya kalor adalah perpindahan energi kinetik dari satu benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Pada waktu zat mengalami pemanasan, partikel-partikel benda akan bergetar dan menumbuk partikel tetangga yang bersuhu rendah. Hal ini berlangsung terus menerus membentuk energi kinetik rata-rata sama antara benda panas dengan benda yang semula dingin. Pada kondisi seperti ini terjadi keseimbangan termal dan suhu kedua benda akan sama. Dari penjelasan di atas, maka dapat kita simpulkan pengertian atau definisi kalor adalah sebagai berikut. Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah jika kedua benda tersebut saling disentuhkan. Karena kalor merupakan suatu bentuk energi, maka satuan kalor dalam SI adalah Joule dan dalam CGS adalah erg. 1 Joule = 107 erg Dahulu sebelum orang mengetahui bahwa kalor merupakan suatu bentuk energi, maka orang sudah mempunyai satuan untuk kalor adalah kalori. 1 kalori = 4,18 joule atau 1 Joule = 0,24 kal Pengaruh Kalor Terhadap Suhu Dari gambar di atas, terlihat bahwa jika satu gelas air panas dicampur dengan satu gelas air dingin, setelah terjadi keseimbangan termal menjadi air hangat. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat air panas dicampur dengan air dingin maka air panas melepaskan kalor sehingga suhunya turun dan air dingin menyerap kalor sehingga suhunya naik. Dengan demikian jika terdapat suatu benda yang menerima kalor suhunya akan naik. Faktor apakah yang mempengaruhi banyaknya kalor yang diserap oleh suatu zat? Untuk lebih jelasnya lakukan kegiatan di bawah ini! Percobaan Pengaruh Kalor terhadap Suhu Benda Kegiatan 1 Masukkan air secukupnya ke dalam alat pemanas gambar a. Ukurlah suhu air mula-mula dan hasilnya masukkan dalam tabel. Hubungkan alat pemanas dengan sumber listrik PLN dan catatlah suhu air tiap 3 menit selama 9 menit 0 menit, 3 menit, 6 menit dan 9 menit. Masukkan hasilnya dalam tabel. Bagaimana hubungan antara banyaknya kalor yang diserap air dan lamanya waktu penyerapan kalor tersebut? Kegiatan 2 Masukkan air ke dalam alat pemanas I dan alat pemanas II dengan volum yang tidak sama gambar b. Ukurlah suhu air mula-mula yang berada dalam alat pemanas I dan alat pemanas II. Hubungkan alat pemanas I dan alat pemanas II dengan sumber listrik PLN dan catatlah suhunya setelah 10 menit sebelum air mendidih dan hasilnya masukkan dalam tabel. Bagaimanakah hubungan antara massa air dengan banyaknya kalor yang diserap? Catatan Air yang bervolum lebih banyak, mempunyai massa yang lebih besar. Kegiatan 3 Masukkan air secukupnya ke dalam alat pemanas I dan minyak kelapa dengan massa yang sama dengan massa air ke dalam alat pemanas II seperti gambar c di atas. Ukurlah suhu mula-mula dari air dan minyak kelapa tersebut dan hasilnya masukkan dalam tabel. Hubungkan alat pemanas I dan alat pemanas II dengan sumber listrik PLN dan catatlah suhu air dan suhu minyak kelapa setelah 10 menit sebelum mendidih dan hasilnya masukkan dalam tabel. Bagaimanakah hubungan antara jenis zat yang dipanaskan dengan banyak kalor yang diserap? Kesimpulan Dari ketiga kegiatan di atas buatlah kesimpulan mengenai faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi banyaknya kalor yang diserap oleh suatu benda! Hubungan Kalor dengan Suhu Benda Sewaktu Anda memasak air, Anda membutuhkan kalor untuk menaikkan suhu air hingga mendidihkan air. Nasi yang dingin dapat dihangatkan dengan penghangat nasi. Nasi butuh kalor untuk menaikkan suhunya. Berapa banyak kalor yang diperlukan air dan nasi untuk menaikkan suhu hingga mencapai suhu yang diinginkan? Secara induktif, makin besar kenaikan suhu suatu benda, makin besar pula kalor yang diserapnya. Selain itu, kalor yang diserap benda juga bergantung massa benda dan bahan penyusun benda. Secara matematis dapat di tulis seperti berikut. Keterangan Q = jumlah kalor yang diberikan kalori atau joule m = massa benda g atau kg c = kalor jenis kal/goC atau J/kgoC T = perubahan suhu oC Contoh Soal 1 Berapa besar kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu sebatang besi yang massanya 10 kg dari 20oC menjadi 100oC, jika kalor jenis besi 450 J/kgoC? Penyelesaian Diketahui m = 10 kg T1 = 20oC T2 = 100oC c = 450 J/kg oC Ditanyakan Q? Jawab Q = mcT Q = mcT2 – T1 Q = 10 × 450 × 100 – 20 Q = 10 × 450 × 80 Q = J = 360 kJ Jadi, kalor yang dibutuhkan sebatang besi tersebut sebesar 360 kJ. Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor Kalor dapat diberikan kepada benda atau diambil darinya. Kalor dapat diberikan pada suatu benda dengan cara pemanasan dan sebagai salah satu dampak adalah kenaikan suhunya. Kalor dapat diambil dari suatu benda dengan cara pendinginan dan sebagai salah satu dampak adalah penurunan suhu. Jadi, salah satu dampak dari pemberian atau pengurangan kalor adalah perubahan suhu yang diberi lambang Δt. Hasil percobaan di atas menunjukkan bahwa, dari pemanasan air dan minyak kelapa dengan massa air dan minyak kelapa yang sama, dengan selang waktu pemanasan yang sama ternyata banyaknya kalor yang diserap oleh air dan minyak kelapa tidak sama. Untuk membedakan zat-zat dalam hubungannya dengan pengaruh kalor pada zat-zat itu digunakan konsep kalor jenis yang diberi lambang “c”. Kalor jenis suatu zat didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan atau dilepaskan untuk menaikkan atau menurunkan suhu satu satuan massa zat itu sebesar satu satuan suhu. Jika suatu zat yang massanya m memerlukan atau melepaskan kalor sebesar Q untuk mengubah suhunya sebesar ΔT, maka kalor jenis zat itu dapat dinyatakan dengan persamaan Satuan-satuan kalor jenis antara lain sebagai berikut. ● J/kgoC ● J/kg K ● kkal/kgoC ● kal/goC Data pada tabel berikut ini menyatakan nilai kalor jenis dari beberapa zat yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tabel Kalor Jenis Beberapa Zat dalam J/kg K Nama Zat Kalor Jenis Nama Zat Kalor Jenis Air Kuningan 376 Air laut Raksa 140 Aluminium 903 Seng 388 Besi 450 Spritus 240 Es Tembaga 385 Kaca 670 Timbal 130 Dari persamaan Q = mcΔT, untuk benda-benda tertentu nilai dari mc adalah konstan. Nilai dari mc disebut juga dengan kapasitas kalor yang diberi lambang "C" huruf kapital. Kapasitas kalor didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan atau dilepaskan untuk mengubah suhu benda sebesar satu satuan suhu. Persamaan kapasitas kalor dapat dinyatakan dengan Satuan dari C adalah J/K. Dari persamaan Q = mcΔT dan Q = CT diperleh persamaan berikut. Keterangan C = kapasitas kalor J/K Q = jumlah kalor yang diberikan kalori atau joule m = massa benda g atau kg c = kalor jenis kal/goC atau J/kgoC T = perubahan suhu oC Contoh Soal 2 Kalor yang dibutuhkan oleh 3 kg zat untuk menaikkan suhunya dari 10oC sampai 80oC adalah 9,45 kJ. Berapakah kalor jenis zat tersebut? Penyelesaian Diketahui m = 3 kg T = 80oC – 10oC = 70oC Q = 9,45 kJ = J Ditanyakan c Jawab Jadi kalor jenis zat tersebut adalah 450 J/kgoC. Contoh Soal 3 Berapakah kapasitas kalor dari 5 kg suatu zat yang mempunyai kalor jenis 2 kal/goC? Penyelesaian Diketahui m = 5 kg = g c = 2 kal/goC Ditanyakan C Jawab C = m × c C = g × 2 kal/goC C = kal/oC Asas Black Bila dua zat yang suhunya tidak sama dicampur maka zat yang bersuhu tinggi akan melepaskan kalor sehingga suhunya turun dan zat yang bersuhu rendah akan menyerap kalor sehingga suhunya naik sampai terjadi kesetimbangan termal. Karena kalor merupakan suatu energi maka berdasar hukum kekekalan energi diperoleh kalor yang dilepaskan sama dengan kalor yang diserap. Konsep tersebut sering disebut dengan azaz Black, yang secara matematis dapat dinyatakan Contoh Soal 4 Air sebanyak 0,5 kg yang bersuhu 100oC dituangkan ke dalam bejana dari aluminium yang memiliki massa 0,5 kg. Jika suhu awal bejana sebesar 25oC, kalor jenis aluminium 900 J/kgoC, dan kalor jenis air J/kgoC, maka tentukan suhu akhir kesetimbangan yang tercapai! anggap tidak ada kalor yang mengalir ke lingkungan. Penyelesaian Diketahui mbjn = 0,5 kg mair = 0,5 kg Tair = 100oC Tbjn = 25oC cair = J/kgoC cbjn = 900 J/kgoC Ditanyakan Ta suhu akhir Jawab Qdilepaskan = Qdiserap mair × cair × Tair = mbjn × cbjn × Tbjn 0,5 × × 100 – Ta = 0,5 × 900 × Ta – 25 – = 450Ta – 450Ta + = + = Ta = Ta = 87,156oC Jadi, suhu akhir campuran atau suhu kesetimbangan termalnya adalah 87,156oC.

1 Perubahan Iklim. Perubahan iklim ditandai dengan adanya perubahan beberapa paramer iklim atau kejadian, antara lain : (a) Perubahan suhu permukaan bumi, (b) Perubahan curah hujan, (c) Perubahan pada kejadian cuaca ekstrim, (d) Perubahan tutupan es/salju, dan (e) Perubahan tinggi muka laut.

- Dalam kehidupan sehari-hari dapat dijumpai berbagai benda yang menggunakan kalor untuk membantu memudahkan kerja manusia. Apa pengertian kalor? dikutip dari laman berikut penjelasannya Kalor Pengertian kalor adalah energi panas yang dapat berpindah dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Satuannya dalam SI adalah Joule J. Dalam bidang gizi, kalor populer dengan nama kalori. Makanan dapat diubah menjadi energi panas oleh tubuh manusia. Energi panas tersebut diukur dalam satuan kilokalori kkal atau Kal. Kalor dapat menaikan suhu suatu benda. Makin besar massa benda, makin besar kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhunya. Misalnya untuk menaikkan suhu air dan suhu kayu, membutuhkan jumlah kalor yang berbeda. Rumus yang digunakan untuk menaikkan suhu= kalor jenis X massa benda X kenaikan suhu. Atau dilambangkan dengan Q = c × m × Δt Q = Kalor yang dibutuhkan c = kalor jenis m = massa benda Δt = kenaikan suhu Jenis-jenis kalor Kalor dapat berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah melalui 3 cara yaitu konduksi, konveksi dan radiasi. Konduksi Konduksi adalah perpindahan kalor melalui sebuah zat tanpa disertai dengan perpindahan partikel zat tersebut disebabkan adanya perbedaan atau selisih suhu. Benda yang jenisnya berbeda mempunyai kemampuan menghantar panas secara konduksi konduktivitas yang berbeda juga. Misalnya kayu dikenal sebagai benda yang tidak mampu menghantar panas dengan baik, sehingga masuk dalam kategori isolator atau benda penghantar panas yang buruk. Aluminium adalah penghantar panas yang baik sehingga dimasukkan golongan konduktor atau benda yang mampu jadi penghantar panas yang baik. Konveksi Konveksi adalah perpindahan kalor pada suatu zat yang disertai perpindahan partikel-partikel zat. Misalnya jika memanaskan satu panci air dan kacang hijau, maka tidak hanya air bagian bawah yang panas namun juga partikel air di bagian atas akan memanas. Demikian juga kacang hijau di dalamnya akan panas. Radiasi Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa zat perantara. Contohnya adalah sinar matahari yang terasa panas sampai ke kulit. Kalor dari matahari harus melewati ruang hampa udara sebelum sampai ke Bumi dan mengenai kulit. Demikian pula saat panas api unggun yang berada jauh, bisa sampai terasa ke permukaan kulit. Hawa panas itu disebut radiasi karena kalornya menjalar tanpa benda perantara. Faktor yang berpengaruh terhadap perpindahan kalor adalah massa jenis benda. Peristiwa perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari Kalor dapat berpindah dari satu benda ke benda lainnya, hingga dapat mengubah wujud benda, demikian laman menulis. Terdapat enam macam perubahan wujud zat yang disebabkan perpindahan kalor yaitu Menguap dari cair ke gas prosesnya adalah menyerap kalor Membeku dari cair ke padat prosesnya adalah dengan melepaskan kalor Mengkristal dari gas ke padat prosesnya dengan cara melepaskan kalor Menyublim dari padat ke gas melalui penyerapan kalor Melebur/mencair dari padat ke cair melalui menyerap kalor Mengembun dari gas ke cair melepaskan kalor Cara mengurangi/mencegah perpindahan kalor Mengurangi atau mencegah perpindahan kalor adalah dengan memakai benda yang bersifat isolator. Misalnya kayu sebagai pegangan yang ada pada dua sisi penggorengan, karena kayu sulit menghantar panas. Juga memakai bahan plastik tebal untuk pegangan setrika, karena plastik juga merupakan isolator atau buruk dalam penghantar kalor. Contoh lain adalah memakai sandal karet untuk berjalan di jalan aspal saat siang hari, karena karet juga adalah isolator. - Pendidikan Kontributor Cicik NovitaPenulis Cicik NovitaEditor Yulaika Ramadhani A Pendinginan. 1. Tujuan. Penyimpanan bahan pangan pada suhu dingin sangat diperlukan walaupun dalam waktu yang singkat karena bertujuan untuk: a. mengurangi kontaminasi. b. mengendalikan kerusakan oleh mikroba. c. mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme, kerusakan bahan pangan selama penyimpanan dapat diperkecil dalam bentuk belum dipotong Suhu tidak berubah karena kalor digunakan untuk mengubah air menjadi uapPembahasan Pada soal ini dapat diselesaikan dengan konsep suhu dan kalor Jawaban Perhatikan gambar, ketika suhu air 100 C, air mendidih yakni proses pengubahan air menjadi uap. Suhu akan terus 100 karena kalor digunakan untuk mengubah air menjadi uap, ketika seluruh air menguap maka uap air yang akan naik suhunya ketika uap terus dipanaskanMateri lebih lanjut terkait dengan suhu dan kalor dapat dipelajari pada link berikut ini. Pelajari lebih lanjut tentang Pemuaian tentang Laju kalor tentang pemuaian tentang Kalor tentang suhu dan kalor Detail jawaban Kelas 11 Mapel Fisika Bab Bab 5 - Suhu dan Kalor Kode Kata Kunci Kalor, asas black, laju kalor

1 Konduksi Konduksi adalah perambatan panas tanpa disertai perpindahan zat perantara. Perpindahan panas secara konduksi terjadi jika panas mengalir dari tempat dengan suhu tinggi ke tempat dengan suhu yang lebih rendah menggunakan media penghantar panas tetap. Contoh peristiwa konduksi dalam kehidupan sehari-hari:

.
  • iredby675b.pages.dev/409
  • iredby675b.pages.dev/182
  • iredby675b.pages.dev/323
  • iredby675b.pages.dev/427
  • iredby675b.pages.dev/331
  • iredby675b.pages.dev/307
  • iredby675b.pages.dev/63
  • iredby675b.pages.dev/81
  • jelaskan dengan disertai contoh perubahan suhu air rendah menjadi tinggi