ApakahWajib Mengganti Puasa Jika Istihadhah. November 14, 2021. 44. 1320. Ada hamil, melahirkan, nifas, dan ada juga istihadhah. Dengan kata lain, istihadhah ini anomali yang bisa dialami oleh perempuan di luar perdarahan wajar seperti haid dan nifas. Perempuan yang mengalami istihadhah tetap diwajibkan menjalankan ibadah sebagaimana mestinya Jakarta Dalam ajaran agama Islam, kita mengenal ada dua hari raya, yakni Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Syawal setiap tahunnya, sedangkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. Selain itu, ada banyak perbedaan antara Idul Fitri dan Idul Adha. Salah satu di antara banyaknya perbedaan Idul Fitri dan Idul Adha adalah waktu disunnahkannya mengumandangkan takbir. Sholat Idul Adha Sebaiknya Makan Dulu atau Tidak? Begini Sunnahnya 8 Keutamaan Berkurban Iduladha, Bikin Semakin Mantap Menunaikan Hukum Kurban Saat Idul Adha, Wajib Atau Sunnah? Berdasarkan kitab Fathul Qarib, mengumandangkan takbir pada hari raya disunnahkan. Bahkan sunnah mengumandangkan takbir berlaku bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, mukim ataupun musafir, sedang berada di rumah, masjid, ataupun di pasar. Hanya saja ada sedikit perbedaan mengenai sampai kapan takbir mesti dikumandangkan. Ketika Hari Raya Idul Fitri tiba, umat Islam disunnahkan untuk mengumandangkan takbir mulai dari ketika matahari terbenam sampai dengan shalat Idul Fitri dimulai. Sedangkan menurut sebagian ulama, takbiran setelah shalat Idul Fitri tidak disunnahkan. Lalu takbiran Idul Adha dikumandangkan sampai kapan? Berikut penjelasan selengkapnya seperti yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Selasa 6/6/2023.Menyambut Idul Fitri, ratusan orang ikuti pawai takbir di Klaten, Jawa Tengah. Pawai takbir ini dimeriahkan dengan ratusan lampion warna-warni dan replika kabah hingga masjid yang dibawa yang telah dijelaskan sebelumnya, ada sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan di setiap hari raya, baik itu Idul Fitri maupun Idul Adha. Sunnah tersebut adalah mengumandangkan takbir pada malam hari raya. Bahkan, mengumandangkan takbir di malam hari raya disunnahkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, mukim ataupun musafir, sedang berada di rumah, masjid, ataupun di pasar. Pada hari Raya Idul Fitri disunnahkan untuk mengumandangkan takbir mulai dari terbenamnya matahari hingga dimulainya shalat id. Namun berbeda dengan takbiran Idul Adha. Lalu Takbiran Idul Adha dikumandangkan sampai kapan? Ketika Idul Adha, umat Islam tidak hanya disunnahkan untuk mengumandangkan hanya di malam hari raya sampai dimulainya shalat id saja, melainkan juga disunnahkan untuk mengumandangkan takbir setelah shalat id, setiap shalat fardhu selama hari Tasyrik, yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa takbiran Idul Adha disunnahkan untuk dikumandangkan hingga tanggal 13 DKI Jakarta Anies Baswedan membuka Festival Tabuh Bedug Malam Takbiran di Jakarta International Stadium JIS, Jakarta, Minggu 1/5/2022. Festival Tabuh Bedug Malam Takbiran dimeriahkan 30 beduk yang ditabuh oleh sejumlah penabuh dari berbagai wilayah Kota Administrasi Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu. FananiSelain dari waktu dikumandangkannya takbir, di mana takbir Idul Adha disunnahkan untuk dikumandangkan hingga tanggal 13 Dzulhijjah, perbedaan takbir Idul Fitri dan Idul Adha juga terletak pada bacaannya. Dijelaskan oleh Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi'I dalam Fathul Qarib al-Mujib, bahwa takbir dalam id terbagi menjadi dua macam, yaitu takbir mursal dan takbir muqayyad. Takbir mursal adalah takbir yang waktunya tidak mengacu pada waktu shalat, atau tidak harus dibaca oleh seseorang setiap usai menjalankan ibadah shalat, baik fardhu maupun sunnah. Takbir mursal ini sunnah dilakukan setiap waktu, di mana pun dan dalam keadaan apa pun. Baik lelaki maupun perempuan sama-sama dianjurkan melantunkan takbir, baik saat di rumah, bepergian, di jalan, masjid, pasar, dan seterusnya. Waktu pelaksanaan takbir mursal dimulai dari terbenamnya matahari malam Id hingga imam melakukan takbiratul ihram shalat Id, meliputi Idul Fitri maupun Idul Adha. Sedangkan takbir muqayyad merupakan takbir yang pelaksanaannya memiliki waktu khusus, yaitu mengiringi shalat, dibaca setelah melaksanakan shalat, baik fardhu maupun sunnah. Waktu pembacaannya adalah setelah shalat shubuh hari Arafah 9 Dzulhijjah hingga ashar akhir hari tasyrik 13 Dzulhijjah. Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa takbir pada malam hari raya Idul Fitri dinamakan takbir mursal. Sedangkan takbir yang dilantunkan pada hari raya Idul Adha disebut takbir muqayyad. Takbir Idul Adha disebut dengan takbir muqayyad, karena jika mengacu bahwa takbir itu dilaksanakan usai salat dalam rentang waktu lima hari tersebut. Sedangkan jika dilihat bahwa takbir itu dilaksanakan pada malam hari raya Id, takbir malam Idul Adha ini juga termasuk takbir mursal. Artinya, takbir pada Idul Adha menyandang dua istilah, mursal dan Takbir Idul AdhaWarga RW 04 Kebon Melati saat menggelar pawai malam Idul Fitri di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Minggu 1/5/2020. Pawai yang diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa tersebut dalam rangka memeriahkan malam takbir yang sempat dilarang selama dua tahun akibat pandemi. S. NugrohoSetelah memahami perbedaan antara takbir Idul Adha dan Idul Fitri, baik dari sisi pengertian dan waktu pelaksanaannya, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana bacaan takbir Idul Adha. Setidaknya ada dua macam bacaan takbir Idul Adha, yakni bacaan takbir Idul Adha yang pendek dan yang panjang, yakni sebagai berikut 1. Bacaan Takbir Idul Adha Pendek ุงู„ู„ู‡ู ุงูƒุจูŽุฑู’ุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุงูƒุจูŽุฑู’ ุงู„ู„ู‡ู ุงูƒุจูŽุฑู’ ู„ุงุงู„ูฐู‡ูŽ ุงูู„ุงุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒุจุฑุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุงูƒุจูŽุฑููˆ ูู„ู„ู‡ู ุงู„ุญูŽู…ู’ุฏ Allahu Akbar, Allahu Akbar kabira, Laa ilaaha illallaahu wallahu Akbar, Allahu Akbar walillaa ilhamd Artinya โ€œAllah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.โ€ 2. Bacaan Takbir Idul Adha Panjang ุงู„ู„ู‡ู ุงูƒุจูŽุฑู’ ูƒุจูŠู’ุฑู‹ุง ูˆุงู„ุญูŽู…ุฏู ู„ู„ู‡ู ูƒุซููŠุฑู‹ุง ูˆูŽุณูุจุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุจููƒุฑูŽุฉู‹ ูˆุงูŽุตููŠู„ุงุŒ ู„ุงุงู„ู‡ ุงูู„ุงุงู„ู„ู‡ู ูˆู„ุงู†ุนู’ุจุฏู ุงู„ุงุฅูŠู‘ุงู‡ุŒ ู…ูุฎู„ูุตููŠู†ูŽ ู„ูŽู‡ ุงู„ุฏู‘ ูŠู’ู†ุŒ ูˆูŽู„ูŽูˆ ูƒูŽุฑูู‡ูŽ ุงู„ูƒูŽุง ููุฑููˆู†ุŒ ูˆูŽู„ูŽูˆ ูƒุฑูู‡ูŽ ุงู„ู…ูู†ูŽุงููู‚ูˆู’ู†ุŒ ูˆูŽู„ูŽูˆูƒุฑูู‡ูŽ ุงู„ู…ูุดู’ุฑููƒูˆู’ู†ุŒ ู„ุงุงู„ู‡ูŽ ุงูู„ุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽุญุฏูŽู‡ุŒ ุตูŽุฏูŽู‚ ููˆูŽุนู’ุฏูŽู‡ุŒ ูˆูŽู†ูŽุตูŽุฑูŽ ุนุจู’ุฏูŽู‡ุŒ ูˆูŽุฃุนูŽุฒู‘ุฌูู†ุฏูŽู‡ู ูˆูŽู‡ูŽุฒูŽู…ูŽ ุงู„ุงุญู’ุฒูŽุงุจูŽ ูˆูŽุงุญู’ุฏูŽู‡ุŒ ู„ุงุงู„ูฐู‡ูŽ ุงูู„ุงุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒุจุฑุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุงูƒุจูŽุฑู ูˆ ูู„ู„ู‡ู ุงู„ุญูŽู…ู’ Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu AkbarLaa ilaaha illallaahu wallahu Akbar Allahu Akbar wa lillaah ilhamd. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu AkbarAllahu Akbar kabiiraa, walhamdulillaahi katsira, wa subhaanallahi bukrataw-wa ashillaa. Laa ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu mukhlishina lahuddiin walau karihal kaafiruun, walau karihal munafiqun, walau karihal musyrikun. Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, wa a'azza jundahu, wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaha illallaahu wallahu Akbar. Allahu Akbar wa Lillaahil-hamd. Artinya โ€œAllah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafik, dan musyrik membencinya. Tiada Tuhan selain Allah dengan ke-Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke-Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.โ€Sunnah Lain di Hari Raya Idul AdhaTidak hanya ketika Sholat id Idul Adha dan Idul Fitri, pengamanan juga dilakukan ketika ada jumatan. BasukiMengumandangkan takbir merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan selama Hari Raya Idul Adha. Selain itu masih ada sunnah-sunnah lainnya yang bisa kita kerjakan di Hari Raya Idul Adha untuk menambah pahala. Adapun sunnah-sunnah di Hari Raya Idul Adha antara lain adalah sebagai berikut, 1. Mandi Selain mengumandangkan takbir di malam hari raya Idul Adha, kita juga disunnahkan untuk mandi sebelum melaksanakan shalat id, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits bahwasannya Nabi Muhammad SAW mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. 2. Mengenakan Pakaian Terbaik Selain mengumandangkan takbir di malam hari raya hingga akhir hari Tasyrik, kita juga disunnahkan untuk mengenakan pakaian terbaik ketika melaksanakan shalat Id. Hal ini seperti yang disampaikan dalam sebuah hadist berikut, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata โ€œRasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki pada dua hari rayaโ€ HR. Hakim 3. Menggunakan Wangi-wangian Sunnah lain yang dianjurkan untuk dikerjakan di Hari raya Idul Adha adalah menggunakan wangi-wangian. Hal ini sebagaimana yang disampaikan dalam hadist berikut, โ€œRasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki pada dua hari raya dan memakai minyak wangiโ€ HR. Hakim 5. Tidak Makan sebelum Shalat Id Berbeda dengan sunnah sebelum shalat Idul Fitri di mana kita disunnahkan untuk makan terlebih dahulu, menjelang shalat Idul Adha justru kita disunnahkan melakukan yang sebaliknya, yakni tidak makan. Baru setelah selesai shalat Idul Adha, kita disunnahkan untuk makan, sebagaimana diriwayatkan oleh Budairah bahwa Rasulullah SAW tidak berangkat pada hari Idul Fitri sebelum makan terlebih dahulu dan beliau tidak makan pada waktu Idul Adha kecuali setelah pulang dari sholat Idul Adha. 6. Pergi dan Pulang dengan Jalan yang Berbeda Sunnah berikutnya yang dianjurkan ketika Hari Raya Idul Adha adalah pergi dan pulang mengambil jalan yang berbeda. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits disampaikan, โ€œNabi shallallahu alaihi wa sallam ketika shalat Id, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.โ€œ HR. Al Bukhari.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Momentakbiran selalu disambut meriah oleh umat Muslim, termasuk di Indonesia. Namun, bagaimana hukum takbiran sebelum Idul Fitri? Seperti apa bacaan yang dianjurkan? Berikut penjelasannya.
Saat Idulfitri maupun Iduladha kita biasa mendengarkan takbir yang diserukan dari masjid ke masjid dan biasa disebut dengan takbiran. Lantas, apakah boleh menyerukan takbiran di hari-hari biasa selain hari raya? Dilansir dari Bincang Syariah, kalimat takbir pada prinsipnya merupakan salah satu bacaan zikir yang baik dilafalkan. Bahkan Allah Swt menyukai kalimat tersebut, sebagaimana dalam sebuah riwayat. Dari Samurah bin Jundub ra, Rasulullah bersabda, โ€œKalimat yang paling Allah cintai ada empat, subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallah, dan allahu akbar. Kamu mulai dengan kalimat mana pun, tidak jadi masalah.โ€ HR. Muslim Kalimat tersebut biasanya dibaca untuk tujuan ibadah. Namun, dalam kitab Radd al-Mukhtas, Ibn Abidin menyebutkan bahwa takbir bisa diserukan di hari-hari biasa dalam situasi tertentu. baca juga Kalimat Takbir yang Dibaca saat Idul Adha, Mudah dan Praktis Keistimewaan Kalimat Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, dan Istighfar Menag Izinkan Takbir Digaungkan di Masjid pada Malam Jelang Idul Fitri โ€œTakbir dengan suara keras jahri di luar hari-hari tasyriq tiga hari setelah Iduladha tidak disunahkan, kecuali ketika sedang berhadap-hadapan dengan musuh atau penyamun. Sebagian ulama mengqiyaskan dengan saat kebakaran atau sedang ketakutan.โ€ Selain itu, Imam Nawawi dalam AL-Majmuโ€™ menyebutkan bahwa takbir tersebut hanya digunakan saat proses ibadah tertentu. โ€œSemua yang sudah kami sebutkan adalah untuk takbir yang boleh dikeraskan suaranya, dan untuk dijadikan syiar terhadap ibadah. Adapun jika seseorang menghabiskan sepanjang umurnya dengan bertakbir di dalam hati/atau hanya terdengar oleh dirinya sendiri, maka itu tidak ada larangan.โ€ Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa boleh saja mengumandangkan takbir di hari-hari biasa, akan tetapi dengan situasi tertentu. Namun, jika diniatkan beribadah untuk diri sendiri, maka hal tersebut secara umum boleh. Wallahu aโ€™lam.[] GEMAtakbir tahun lalu masih tersisa dalam benakku. Ya, mengapa waktu cepat sekali berputar? Aku takut, jika maut lebih dulu melaksanakan tugasnya, mencabut nyawa Mak sebelum ia bisa berkurban. Hampir seminggu menjelang Hari Raya Kurban, Mak terbaring di ranjang. Tubuhnya kurus kering, sesekali batuk membuat bergetar seluruh tubuhnya.
News Takbiran keliling dilarang oleh pemerintah, hal itu karena kita sedang dalam situasi Pandemi Covid-19 Budi Arista Romadhoni Rabu, 12 Mei 2021 1500 WIB Ilustrasi malam takbiran Antara - Lebaran idulfitri kali ini masih berada di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan takbiran keliling pun dilarang oleh pemerintah. Tidak ada takbiran keliling tentu saja membuat perayaan hari raya terasa sepi. Namun bagaimana hukum takbiran? Takbiran terbagi menjadi dua, takbiran saat Idulfitri dan takbiran saat Iduladha. Takbir saat Idulfitri tentu berbeda dengan Iduladha. Saat Iduladha, takbiran dilakukan setiap selesai salat fardhu sampai penghujung hari Tasyrik. Baca JugaMuhammadiyah dan PBNU Lebaran Bareng, 1 Syawal Jatuh Hari Kamis 13 Mei Menyadur dari - jaringan saat hari raya, takbir dibagi menjadi dua macam yakni takbir Mursal dan takbir Muqayyad. Takbir Mursal dibaca sejak terbenamnya matahari di penghujung bulan Ramadan malam hari raya hingga keesokan harinya sebelum salat Id dilaksanakan. Sedangkan takbir Muqayyad dibaca setiap selesai salat wajib, mulai dari setelah salat subuh pada hari Arafah 9 Dzulhijjah sampai sore hari di penghujung hari Tasyrik 13 Dzulhijjah. Bacaan takbir yang dibaca pada kedua takbir tersebut adalah Allรขhu akbar Allรขhu akbar Allรขhu akbar lรข ilรขha illallรขhu wallรขhu akbar, Allรขhu akbar wa lillรขhi-l-hamdAllรขhu akbar kabรฎran wal hamdu lillรขhi katsรฎra wa subhรขnallรขhi bukratan wa ashรฎla, lรข ilรขha illallรขhu wa lรข naโ€™budu illรข iyyรขh, mukhlishรฎna lahuddรฎna wa law karihal kรขfirun, lรข ilรขha illallรขhu wahdahu shadaqa waโ€™dahu wa nashara abdahu wa hazama al-ahzรขba wahdahu, lรข ilรขha illallรขhu wallรขhu akbar Baca JugaMUI Lumajang Durasi Khotbah Salat Idulfitri Diimbau 7 Menit Hukum membaca takbir pada Idulfitri dan Iduladha adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan dan ditekankan. Berita Terkait Sudahkah Anda mengetahui lirik takbiran Idul Adha 2023 beserta artinyaseperti apa? news 1456 WIB Dulu, tradisi Ngubek Empang dilakukan oleh warga dengan ekonomi pas-pasan sejak satu tahun sebelum Hari Raya Idulfitri. depok 1404 WIB Kepolisian Resor Polres Cirebon menerapkan sterilisasi jalan tol untuk pemberlakuan sistem satu arah alias one way mulai dari gerbang tol Palimananan KM188 hingga Tol Cikampek KM72 pada Sabtu sore atau H+7 Idulfitri 1444 H. linimasa 1605 WIB Pada bulan Syawal, tradisi Jawa akan merayakan Lebaran Idulfitri dan Lebaran Ketupat. Hal ini pun mengundang tanya sejumlah orang mengenai asal usul Lebaran Ketupat. news 0932 WIB Ada beberapa aktivitas yang tanpa disadari menjadi tradisi pasca lebaran. Mana dibawah ini yang kamu banget? yoursay 0848 WIB News Terkini PT Semen Gresik kembali meraih prestasi gemilang melalui tim PKM Remas pada ajang Indonesian Conference & Competition Occupational Safety and Health ICC-OSH 2023 News 1433 WIB Jawa Tengah menjadi salah satu daerah dengan kasus terbanyak tindak pidana perdagangan orang TPPO, hal itu tentu menjadi sorotan News 1009 WIB Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membenarkan hari ini ia diudang secara khusus oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara News 1650 WIB Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka enggan menanggapi rumor Kaesang Pangarep yang akan maju Pilkada 2024. News 1536 WIB Penanganan drainase untuk mencegah terjadinya banjir pada musim hujan mulai dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang News 1326 WIB Belum lama ini, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka sempat melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan. Ia mengaku membawa oleh-oleh untuk Kota Solo. News 1944 WIB Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono AHY bakal duduk bersama membicarakan kerjasama politik jelang pemilihan umum Pemilu 2024 News 1801 WIB Kisah preman di Semarang, bertaubat ke jalan Tuhan usai menghabiskan masa muda dengan menjadi pengedar narkoba hingga begal News 1451 WIB Ada satu calon jamaah haji asal Klaten, yang tergabung Kloter 56 Embarkasi Solo meninggal dunia di pesawat dalam perjalanan ke Tanah Suci, Minggu 11/6/2023 News 1331 WIB Musik dangdut itu dimainkan seklompok ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas Yatiman Pasar Tambaklorok, mereka mengamen untuk anak yatim News 0710 WIB Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko mendorong generasi muda untuk lebih meningkatkan kesadaran politik News 0637 WIB Sandiaga Uno membenarkan kemungkinan bergabung dengan PPP setelah resmi keluar dari Partai Gerindra News 2215 WIB Yoyok Sukawi tegaskan PSIS Semarang sudah ikhlas tidak lagi mengelola Stadion Citarum yang merupakan aset Pemkot Semarang News 1935 WIB Sosok Ganjar Pranowo diakui Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo sebagai magnit partainya menjalin kerjasama dengan PDIP News 1534 WIB Dukungan pada calon presiden PDI Perjuangan Ganjar Pranowo kembali bertambah. Setelah PPP mendukung kali ini giliran Perindo yang menyatakan dukungan News 1517 WIB Tampilkan lebih banyak
Takbir yang secara sosiologis, dalam bahasa masyarakat kita populer dengan istilah Takbiran, adalah ibadah yang sangat dianjurkan untuk dikumandangkan berhubungan dengan dua momentum besar bagi kaum muslimin, yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Takbiran Idul Fitri . Untuk hari raya Idul Fitri, setelah kaum muslimin menyelesaikan
Selesai puasa Ramadhan, kaum muslim disunahkan mengagungkan Allah Swt atau takbir ุชูŽูƒู’ุจููŠุฑ. Takbiran -yaitu melantunkan kalimah "Allahu Akbar" ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู- dilakukan sebelum shalat Idul Fitri. Muslim Indonesia biasanya takbiran pada malam lebaran di masjid, mushola, bahkan di jalan raya takbir on the road.Bagaimana hukum takbiran? Berikut ini dalil takbiran Idul Fitri serta waktu dan jenis bacaan takbir sesuai sunah Rasulullah Takbiran dan WaktunyaTakbir Idul Fitri hukumnya sunah. Kaum muslim disunahkan melantunkan takbir pada tanggal 1 Syawal, mulai Magrib hingga selesai Shalat Idulfitri. Hukum takbiran berdasarkan dalil Al-Qur'an dan ุงู„ู’ุนูุฏู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽู„ูุชููƒูŽุจู‘ูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ูŽ ุนูŽู„ูฐู‰ ู…ูŽุง ู‡ูŽุฏูฐู‰ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุดู’ูƒูุฑููˆู’ู†ูŽโ€œHendaklah kamu mencukupkan bilangannya puasa dan hendaklah kamu mengagungkan Allah bertakbir atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.โ€ QS Al-Baqarah185.Ayat ini menjelaskan ketika umat Islam selesai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadlan, maka disyariatkan untuk mengagungkan Allah Swt dengan TakbiranIbn Abi Syaibah meriwayatkan, Nabi Muhammad saw keluar rumah menuju lapangan tempat shalat Id, kemudian beliau bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai shalat Id selesai. Setelah menyelesaikan shalat Id, beliau menghentikan takbir. HR Ibn Abi Syaibah.Para sahabat pun mengikuti contoh takbiran Rasulullah Nafi โ€œDulu Ibn Umar ra bertakbir pada hari id ketika keluar rumah sampai beliau tiba di lapangan. Beliau tetap melanjutkan takbir hingga imam datang.โ€ HR. Al FaryabiDari Muhammad bin Ibrahim seorang tabiโ€™in, beliau mengatakan โ€œDulu Abu Qotadah berangkat menuju lapangan pada hari raya kemudian bertakbir. Beliau terus bertakbir sampai tiba di lapangan.โ€ Al FaryabiBerdasarkan hadits tersebut, takbiran bisa dilakukan di mana saja dalam arti tidak harus di masjid. Di rumah bahkan di jalan raya pun -jika kondusif dan tertib- bisa dilakukan takbiran. Sangat dianjurkan untuk memeperbanyak takbir ketika menuju lapangan. Karena ini merupakan kebiasaan Nabi Takbir dan ArtinyaAda beberapa riwayat dari beberapa sahabat yang mencontohkan lafadz takbir. Di antara riwayat tentang bacaan takbir1. Takbir Ibn Masโ€™ud ra. Riwayat dari beliau ada 2 lafadz takbir, yakni lafadz "Allahu Akbar" sebanyak 2 kali dan 3 ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ ูุŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูˆู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูุจโ€Œ- ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ ูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูˆู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูLafadz โ€œAllahu Akbarโ€ pada takbir Ibn Masโ€™ud boleh dibaca dua kali atau tiga kali. Semuanya diriwayatkan Ibn Abi Syaibah dalam Al Takbir Ibn Abbas ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ูˆูŽู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูˆูŽุฃูŽุฌูŽู„ู‘ูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุงTakbir Ibn Abbas diriwayatkan oleh Al Takbir Salman Al-Farisi raุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูƒูŽุจููŠู’ุฑู‹ุงPenjelasan tentang lafadz takbir sangat banyak dari berberapa ulama. Ini menunjukkan bahwa perintah bentuk takbir cukup longgar, tidak hanya satu atau dua lafadz. Kaum muslim boleh memilih mana saja lafadz atau bacaan takbir. Intinya adalah kalimat "Allahu Akbar" Allah Mahabesar.Sebagian pemimpin takbir sesekali melantunkan takbir dengan bacaan yang sangat panjang. Berikut lafadznyaุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูƒูŽุจููŠุฑู‹ุง ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ูˆูŽุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจููƒู’ุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽุฃูŽุตููŠู„ู‹ุง ู„ูŽุง ุฅู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽุนู’ุจูุฏู ุฅู„ู‘ูŽุง ุฅูŠู‘ูŽุงู‡ู ู…ูุฎู’ู„ูุตููŠู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุฑูู‡ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููˆู†ูŽ ู„ูŽุง ุฅู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ุตูŽุฏูŽู‚ูŽ ูˆูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ูˆูŽู†ูŽุตูŽุฑูŽ ุนูŽุจู’ุฏูŽู‡ู ูˆูŽู‡ูŽุฒูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุญู’ุฒูŽุงุจูŽ ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ูโ€ฆLafadz takbir panjang demikian tidak ada dalam riwayat Nabi Saw dan para sahabat. Lafadz takbir panjang ini adakah "kreasi" kaum muslim dalam takbiran Idul hukum takbiran dan dalil takbir Idul Fitri sesuai sunah Rasul Saw. Wallahu a'lam bish-shawabi. Muslim.*
.
  • iredby675b.pages.dev/391
  • iredby675b.pages.dev/120
  • iredby675b.pages.dev/292
  • iredby675b.pages.dev/299
  • iredby675b.pages.dev/463
  • iredby675b.pages.dev/207
  • iredby675b.pages.dev/410
  • iredby675b.pages.dev/304
  • hukum takbiran di luar hari raya