Kriteria Ketuntasan Minimal yang selanjutnya disebut KKM adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan. Dalam menetapkan KKM, satuan pendidikan harus merumuskannya secara bersama antara kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya. KKM dirumuskan setidaknya dengan memperhatikan 3 tiga aspek karakteristik peserta didik intake, karakteristik mata pelajaran kompleksitas materi/kompetensi, dan kondisi satuan pendidikan daya dukung pada proses pencapaian kompetensi. Secara teknis prosedur penentuan KKM mata pelajaran pada satuan pendidikan dapat dilakukan antara lain dengan cara berikut. a. Menghitung jumlah KD setiap mata pelajaran pada masing-masing tingkat kelas dalam satu tahun pelajaran. b. Menentukan nilai aspek karakteristik peserta didik intake, karakteristik mata pelajaran kompleksitas materi/kompetensi, dan kondisi satuan pendidikan daya dukung dengan memperhatikan komponen-komponen berikut. 1 Karakteristik Peserta Didik Intake Karakteristik peserta didik intake bagi peserta didik baru kelas VII antara lain memperhatikan rata-rata nilai rapor SD, nilai ujian sekolah SD, nilai hasil seleksi masuk peserta didik baru di jenjang SMP. Bagi peserta didik kelas VIII dan IX antara lain diperhatikan rata-rata nilai rapor semester-semester sebelumnya. 2 Karakteristik Mata Pelajaran Kompleksitas Karakteristik Mata Pelajaran kompleksitas adalah tingkat kesulitan dari masing-masing mata pelajaran, yang dapat ditetapkan antara lain melalui expert judgment guru mata pelajaran melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran MGMP tingkat sekolah, dengan memperhatikan hasil analisis jumlah KD, kedalaman KD, keluasan KD, dan perlu tidaknya pengetahuan prasyarat. 3 Kondisi Satuan Pendidikan Daya Dukung Kondisi Satuan Pendidikan Daya Dukung meliputi antara lain 1kompetensi pendidik misalnya nilai Uji Kompetensi Guru; 2 jumlah peserta didik dalam satu kelas; 3 predikat akreditasi sekolah; dan 4 kelayakan sarana prasarana sekolah. Contoh Kriteria dan skala penilaian penetapan KKM Untuk memudahkan analisis setiap KD, perlu dibuat skala penilaian yang disepakati oleh guru mata pelajaran. c. Menentukan KKM setiap KD dengan rumus berikut aspek daya dukung mendapat nilai 90 aspek kompleksitas mendapat nilai 70 aspek intake mendapat skor 65 Jika bobot setiap aspek sama, nilai KKM untuk KD tersebut adalah sebagai berikut Dalam menetapkan nilai KKM KD, pendidik/satuan pendidikan dapat juga memberikan bobot berbeda untuk masing-masing aspek. Jika KD memiliki kriteria kompleksitas tinggi, daya dukung tinggi dan in-take peserta didik sedang, maka nilai KKM-nya adalah Nilai KKM merupakan angka bulat, maka nilai KKM-nya adalah 67. d. Menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan rumus Sumber panduan penilaian kemendikbudKKMKurikulum 2013 Revisi 2018. Menghitung jumlah kompetensi dasar (KD) setiap mata pelajaran pada masing-masing tingkat kelas dalam satu tahun pelajaran. Menentukan nilai aspek karakteristik peserta didik (intake), karakteristik mata pelajaran (kompleksitas materi atau kompetensi), dan kondisi satuan pendidikan (daya dukung) dengan
Panduan Cara Penyusunan KKM Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2021/2022 Berikut ini kami bagikan panduan mengenai cara penyusunan Kriteria Ketuntasan Minimal KKM Kurikulum 2013. Panduan penyusunan KKM Kurikulum 2013 ini untuk membantu guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minima KKM tahun pelajaran 2021/2022. Kriteria Ketuntasan Minimal yang selanjutnya disebut KKM adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan. Di dalam menetapkan KKM, satuan pendidikan harus merumuskannya secara bersama antara kepala sekolah,pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya. Baca Download Panduan Pembelajaran PAUDDIKDASMEN Masa Pandemi Covid-19 KKM dirumuskan setidaknya dengan memperhatikan 3 tiga aspek, sebagai berikut. 1. Karakteristik peserta didik intake 2. Karakteristik mata pelajaran kompleksitas materi atau kompetensi. 3. Kondisi satuan pendidikan daya dukung pada proses pencapaian kompetensi. Secara teknis prosedur penentuan KKM mata pelajaran pada satuan pendidikan dapat dilakukan antara lain dengan cara berikut. 1. Menghitung jumlah KD setiap mata pelajaran pada masing-masing tingkat kelas dalam satu tahun pelajaran. 2. Menentukan nilai aspek karakteristik peserta didik intake, karakteristik mata pelajaran kompleksitas materi atau kompetensi, dan kondisi satuan pendidikan daya dukung. Komponen Penyusunan KKM Berikut ini komponen-komponenyang harus diperhatikan dalam penyusunan KKM. 1. Karakteristik Peserta Didik Intake Karakteristik peserta didik intake bagi peserta didik baru kelas VII antara lain memperhatikan rata-rata nilai rapor SD, nilai ujian sekolah SD, nilai hasil seleksi masuk peserta didik baru di jenjang SMP. Bagi peserta didik kelas VIII dan IX antara lain diperhatikan rata-rata nilai rapor semester-semester sebelumnya. b. Karakteristik Mata Pelajaran Kompleksitas Karakteristik Mata Pelajaran kompleksitas adalah tingkat kesulitan dari masing-masing mata pelajaran, yang dapat ditetapkan antara lain melalui expert judgment guru mata pelajaran melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran MGMP tingkat sekolah, dengan memperhatikan hasil analisis jumlah KD, kedalaman KD, keluasan KD, dan perlu tidaknya pengetahuan prasyarat. 3. Daya Dukung Kondisi Satuan Pendidikan daya dukung meliputi antara lain 1 kompetensi pendidik misalnya nilai Uji Kompetensi Guru; 2 jumlah peserta didik dalam satu kelas; 3 predikat akreditasi sekolah; dan 4 kelayakan sarana prasarana sekolah. Contoh Kriteria dan skala penilaian penetapan KKM Untuk memudahkan analisis setiap KD, perlu dibuat skala penilaian yang disepakati oleh guru mata pelajaran. Tabel Kriteria dan Skala Penilaian Penetapan KKM 3. Menentukan KKM setiap KD dengan rumus berikut. Misalkan aspek daya dukung mendapat nilai 90 aspek kompleksitas mendapat nilai 70 aspek intake mendapat skor 65 Jika bobot setiap aspek sama, nilai KKM untuk KD tersebut adalah sebagai berikut. Di dalam menetapkan nilai KKM KD, pendidik/satuan pendidikan dapat juga memberikan bobot berbeda untuk masing-masing aspek. Atau dengan menggunakan poin/skor pada setiap kriteria yang ditetapkan. Tabel Kriteria Penskoran Jika KD memiliki kriteria kompleksitas tinggi, daya dukung tinggi dan intake peserta didik sedang, maka nilai KKM-nya adalah Nilai KKM merupakan angka bulat, maka nilai KKM-nya adalah 67. 4. Menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan rumus Model Kriteria Ketuntasan Minimal KKM Model KKM terdiri atas lebih dari satu KKM dan satu KKM. Satuan pendidikan dapat memilih salah satu dari model penetapan KKM tersebut. Penjelasan rinci kedua model tersebut sebagai berikut. 1. Lebih dari Satu KKM Satuan pendidikan dapat memilih setiap mata pelajaran memiliki KKM yang berbeda. Misalnya, KKM IPA 64, Matematika 60, Bahasa Indonesia 75, dan seterusnya. Selain itu, KKM juga dapat ditentukan berdasarkan rumpun mata pelajaran kelompok mata pelajaran. Misalnya, rumpun MIPA Matematika dan IPA memiliki KKM 70, rumpun bahasa Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris memiliki KKM 75, rumpun sosial IPS dan PPKn memiliki KKM 80, dan seterusnya. Satuan pendidikan yang memilih KKM berbeda untuk setiap mata pelajaran, memiliki konsekuensi munculnya interval nilai dan predikat yang berbeda-beda, diilustrasikan berikut. KKM mata pelajaran Bahasa Indonesia 75 Nilai C cukup dimulai dari 75. Predikat di atas Cukup adalah Baik dan Sangat Baik. Panjang interval nilai untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat ditentukan dengan cara Nilai maksimum β Nilai KKM 3 = 100 β 75 3 = 8,3 Dengan demikian, panjang interval untuk setiap predikat 8 atau 9. Karena panjang interval nilainya 8 atau 9, dan terdapat 4 macam predikat, yaitu A Sangat Baik, B Baik, C Cukup, dan D Kurang, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia interval nilai dan predikatnya adalah sebagai berikut. Tabel Contoh Interval Nilai dan Predikatnya untuk KKM 75 Pada contoh di atas, panjang interval untuk predikat C dan B yaitu 9, sedangkan predikat A panjang intervalnya 8. KKM mata pelajaran Matematika adalah 60 Nilai C cukup dimulai dari 60. Panjang interval nilai untuk mata pelajaran Matematika dapat ditentukan dengan cara nilai maksimum β nilai KKM 3 = 100 β 60 3 = 13,3 Dengan demikian, panjang interval untuk setiap predikat 13 atau 14. Karena panjang interval nilainya 13 atau 14, untuk mata pelajaran Matematika interval nilai dan predikatnya adalah sebagai berikut. Pada contoh di atas, panjang interval untuk predikat C dan ,B yaitu 14, sedangkan predikat A panjang intervalnya 13. KKM mata pelajaran IPA adalah 64 Nilai C cukup dimulai dari 64. Panjang interval nilai untuk mata pelajaran IPA dapat ditentukan dengan cara nilai maksimum β nilai KKM 3 = 100 β 64 3 = 12 Karena panjang interval nilainya 12, untuk mata pelajaran IPA, interval nilainya 12 atau 13, dan predikatnya sebagai berikut. Berdasarkan ilustrasi di atas, jika peserta didik mendapatkan nilai sama, misalnya 74, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA, predikatnya bisa menjadi berbeda-beda seperti berikut. Tabel Contoh Predikat untuk KKM yang Berbeda Kasus seperti di atas sering menimbulkan masalah. Peserta didik, orang tua, masyarakat luas, dan pengguna hasil penilaian seringkali belum dapat memahami secara utuh, sehingga satuan pendidikan harus mensosialisasikan dengan jelas kepada semua pihak terkait. 2. Satu KKM Satuan pendidikan dapat memilih satu KKM untuk semua mata pelajaran. Setelah KKM setiap mata pelajaran ditentukan, KKM satuan pendidikan dapat ditetapkan dengan memilih KKM yang terendah, rata-rata, atau modus dari seluruh KKM mata pelajaran. Misalnya, SMP Indonesia Pintar berdasarkan hasil analisis menentukan satu KKM untuk seluruh mata pelajaran KKM 78. Untuk satuan pendidikan yang menetapkan hanya satu KKM untuk semua mata pelajaran, interval nilai dan predikat dapat menggunakan satu ukuran. Misalnya, KKM menggunakan ukuran yang sudah lazim, yaitu 60, berarti predikat Cukup dimulai dari nilai 60. Interval nilai dan predikat untuk semua mata pelajaran menggunakan tabel yang sama, misalnya ditunjukkan di bawah ini. Tabel Contoh Predikat untuk Satu KKM Sumber Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan untuk Sekolah Menengah Pertama, 2017, Kemendikbud Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan SMP. Demikian Panduan Cara Penyusunan KKM Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2021/2022. Semoga bermanfaat.
Untukmenentukan suatu Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau Kriteria Belajar Minimal (KBM) peserta didik tentunya bukan pekerjaan yang mudah bagi seorang guru, apalagi dilakukan dengan cara manual, nah oleh sebab itu di sini kami akan membagikan Aplikasi KKM Kurikulum 2013 SD/MI Revisi yang dapat mempermudah Bapak dan Ibu Guru dalam melakukan analisis penilaian.
Apakah Anda sudah mengetahui Cara Menghitung KKM dalam Penilaian Kurikulum 2013? Jika Anda belum mengetahuinya, mari kita belajar memahami bersama tentang cara hitung KKM dalam kurikulum 2013. Kriteria Ketuntasan Minimal atau biasa disingkat dengan sebutan KKM adalah kriteria kelengkapan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan sekolah dan mengacu pada standar kompetensi kelulusan. KKM dibentuk di awal tahun sekolah oleh unit pendidikan berdasarkan hasil dari musyawarah guru mata pelajaran di masing-masing unit pendidikan. Seiring berjalannya waktu, istilah KKM juga mengalami perubahan, yaitu menjadi KBM Ketuntasan Belajar Minimal. Namun pada dasarnya, semua prinsip dan pedoman lainnya masih tetaplah sama apalagi terkait ketentuan penghitungan di setiap mata pelajaran. Setidaknya terdapat 3 aspek yang perlu dipertimbangkan oleh setiap Guru pengampu dalam menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal / Ketuntasan Belajar Minimal, diantaranya adalah 1. Karakteristik peserta didik 2. Karakteristik mata pelajaran 3. Kondisi unit pendidikan Karakteristik peserta didik atau aspek asupan dapat diidentifikasi dari hasil tes di tingkat sebelumnya, hasil tes awal yang dilakukan oleh sekolah, atau nilai rapor di tahap terakhir. Karakteristik subjek adalah kompleksitas Kompetensi Dasar KD. Selain itu, ada juga hal yang perlu diperhatikan, seperti - Kondisi satuan pendidikan terkait dengan ketersediaan guru - Kesesuaian latar belakang guru - Kompetensi guru Cara Menghitung KKM/KBM Untuk Penilaian K13 Cara menentukan Kurikulum KKM 2013 harus melewati jalur yang cukup banyak. unit pendidikan, termasuk kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya harus bersama-sama merumuskannya. Berhubung KKM dapat mengalami perubahan sesuai perkembangan proses pembelajaran maka KKM ini bisa dinyatakan bersifat dinamis. Penentuan KKM untuk materi pelajaran berada di bawah wewenang guru. Penting dan perlu diperhatikan sebelum ditentukan, KKM Kriteria Ketuntasan Minimal harus disetujui di tingkat satuan pendidikan yang telah diputuskan melalui rapat dewan guru. Dalam penentuannya, KKM dapat dibuat berbeda untuk masing-masing mapel mata pelajaran, meskipun sebenarnya bisa juga dibuat sama rata untuk semua mata pelajaran, namun Guru di satuan Lembaga Pendidikan harus mempertimbangkan panjang interval setiap mata pelajaran. . Misalnya, untuk konten pelajaran dengan KKM 80, predikat C Cukup dimulai dengan angka 80. Akan tetapi jika KKM 60, predikat C Cukup harus dimulai lagi dengan angka 60. Penghitungan yang berbeda ini juga akan memiliki implikasi ketika guru melengkapi kartu laporan. Sebaliknya, jika KKM untuk semua mata pelajaran adalah sama, menentukan interval predikat akan lebih sederhana. Dalam hal ini, KKM dari mata pelajaran terendah akan menjadi KKM dari unit pendidikan. Tidak hanya itu, format dan metode pengisian rapor akan lebih mudah. Prosedur Dalam Menentukan Kurikulum KKM 2013 1. Dalam menentukan KKM dalam setiap mata pelajaran adalah menghitung jumlah kompetensi dasar dalam setiap mata pelajaran yang dibebankan ke setiap kelas dalam satu tahun akademik. 2. Tentukanlah komponen yang termasuk dalam aspek kompleksitas, asupan, serta tenaga pendidik dan daya dukung. 3. Tentukan nilai untuk setiap aspek pada skala dari 0-100. 4. Tentukan skor masing-masing aspek dengan rumus skor yang diperoleh dikalikan dengan skor maksimum dibagi 100. 5. Tentukanlah KKM di setiap kompetensi dasar dengan rumus untuk jumlah total setiap aspek dibagi dengan jumlah total aspek. 6. Tentukan KKM dari setiap konten pelajaran dengan rumus jumlah total KKM per kompetensi dasar dibagi dengan jumlah total kompetensi dasar. Setelah itu, pilihlah KKM terendah sebagai KKM unit pendidikan. Begitulah penjelasan terkait cara menentukan KKM dalam penilaian Kurikulum 2013. Sekiranya kami cukupkan sampai disini dulu, untuk informasi tambahan lain akan segera kami update jika terdapat informasi yang perlu ditambahkan mengenai KKM K13. Semoga membantu.
MIFJANAHGANDOL- Masih Adakah KKM pada Kurikulum Merdeka? - Pada kurikulum 2013, ketercapaian belajar peserta didik diukur dengan pemenuhan suatu kriteria yang berdasarkan intake, kompleksitas, dan sumber daya yang disebut kriteria ketuntasan minimal (KKM). Praktiknya guru-guru lebih mementingkan ketercapaian KKM melalui asesmen akhir (Sumatif) namun terkadang melupakan asesmen proses
Format KKM - Kriteria Ketuntasan Minimal atau yang sering disebut dengan KKM merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari Standar Penilaian. Dimana KKM disusun dan ditetapkan oleh guru berdasarkan musyawarah guru mata pelajaran di Satuan Pendidikan atau berdasarkan diskusi Musyawarah Guru Mata Pelajaran / MGMP di Kabupaten / Kota setempat. Proses penentuan / analisa KKM oleh guru mata pelajaran di dasari oleh beberapa hal antara lain karakteristik peserta didik intake, karakteristik mata pelajaran kompleksitas materi atau kompetensi, dan kondisi satuan pendidikan daya dukung pada proses pencapaian kompetensi. Cara Menentukan KKM Secara teknis, penentuan KKM mata pelajaran di satuan pendidikan adalah dengan cara menghitung jumlah Kompetensi Dasar KD setiap mata pelajaran pada masing-masing tingkat dan menentukan nilai aspek karakteristik peserta didik intake, karakteristik mata pelajaran kompleksitas materi atau kompetensi, dan kondisi satuan pendidikan daya dukung. A. Karakteristik Mata Pelajaran / Kompleksitas Komponen-komponen penentunya antara lain Analisis jumlah Kompetensi Dasar / KD. Cakupan materi Mata Pelajaran Tingkat kesukaran Materi Pelajaran B. Daya Dukung Memuat sarana yang tersedia untuk mendukung proses pembelajaran antara lain Kurikulum yang ada di satuan pendidikan Pengelolaan/Manajemen satuan pendidikan Pembiayaan yang ada di satuan pendidikan SDM Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang terdapat dalam satuan pendidikan C. Karakteristik Peserta Didik / Intake Komponen penentu Intake antara lain Nilai ujian pada jenjang sebelumnya atau nilai lain yang relevan Nilai Rapor peserta didik Nilai atau hasil belajar peserta didik yang mendukung penyusunan KKM Contoh Tabel Kriteria dan Skala Penilaian Penetapan KKM Untuk menentukan KKM setiap indikator Kompetensi Dasar, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut KKM Indikator KD = Jumlah Total Setiap Aspek / Jumlah Aspek Misal, KKM Indikator = 70 + 80 + 80 / 3 Sedangkan untuk menentukan KKM Mata Pelajaran dari seluruh Indikator Kompetensi Dasar menggunan rumus berikut KKM Mapel = Jumlah KKM Indikator Mapel / Jumlah Indikator Dan berikut ini merupakan link Download format KKM pada jenjang SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi untuk tahun pelajaran 2021/2022 dalam bentuk file Excell Format KKM Mapel Bahasa Indonesia Kelas VII Format KKM Mapel Bahasa Indonesia Kelas VIII Format KKM Mapel Bahasa Indonesia Kelas IX Format KKM Mapel Bahasa Inggris Kelas VII Format KKM Mapel Bahasa Indonesia Kelas IX Format KKM Mapel Matematika Kelas VII Format KKM Mapel Matematika Kelas VIII Format KKM Mapel Matematika Kelas IX Format KKM Mapel PAIBP Kelas VII Format KKM Mapel PAIBP Kelas VIII Format KKM Mapel PAIBP Kelas IX Format KKM Mapel PJOK Kelas VII Format KKM Mapel PJOK Kelas VIII Format KKM Mapel PJOK Kelas IX juga menyediakan informasi lainnya, silahkan klik tautan berikut Daftar Hadir Siswa SD, SMP, SMA, SMK Tahun 2021/2022KKM Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 SD Semester 1 dan 2 K13 Tahun 2021/2022Format Penilaian Daring Kelas 1,2,3,4,5,6 SD/MI Semester 1&2 K13 Tahun 2021 Demikian informasi tentang Format dan Cara Menentukan KKM SMP/MTs K13 Revisi Tahun 2021/2022 yang bisa berikan. Jika informasi ini bermanfaat, silahkan share dan berikan komentar yang membangun, terima kasih.Dalammenentukan KKM harus melibatkan seluruh warga sekolah dan harus dibuat pada awal tahun ajaran oleh setiap satuan pendidikan atau bisa saja dengan beberapa satuan pendidikan yang lainnya yang mempunyai kemiripan dalam karakteristik yang hampir sama. KKG merupakan Kelompok Kerja Guru menjadi pertimbangan utama dalam menetapkan KKM. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Hal penting yang harus diperhatikan ketika melaksanakan penilaian dalam Kurikulum 2013 adalah KKM, Remedial, dan akan saya uraikan disini adalah bagaimana cara Menghitung KKM Mapel dan Sekolah !, KKM itu singkatan dari apa?, Nilai KKM itu berapa?, Bagaimana cara menghitung nilai KKM?, Bagaimana seorang guru menentukan KKM?, kkm sd contoh kkm, penentuan kkm, kkm 2022, kkm sekolah, kkm sekolah diambil dari, minimal kkm, kkm kuliah KKM Kriteria Ketuntasan MinimalAdalah kriteria ketuntasan minimal9KKM siswa belajar yang di tentukan sendiri oleh Satuan Pendidikan dengan mengacu pada harus diputuskan secara bersama antara kepala sekolah, dewan guru dan tenaga kependidikan, dimana semua yang terlibat dalam pembuatan KKM telah di SK kan oleh Kepala sekolah dan dibuat berita acara ,surat keputusan dan dokumentasi beserta perangkat lainnnya tentang proses penentuan KKM di menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensi sehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 seratus. Angka maksimal 100 merupakan kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan secara nasional diharapkan mencapai minimal 75. Satuan pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimal di bawah target nasional kemudian ditingkatkan secara ketuntasan minimal KKM menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang tuanya. Kriteria ketuntasan minimal KKM harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar LHB sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta Kriteria Ketuntasan MinimalFungsi kriteria ketuntasan minimal KKM sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti. Setiap kompetensi dasar dapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang ditetapkan. Pendidik harus memberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pemberian layanan remedial atau layanan pengayaan;sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran. Setiap kompetensi dasar KD dan indikator ditetapkan KKM yang harus dicapai dan dikuasai oleh peserta didik. Peserta didik diharapkan dapat mempersiapkan diri dalam mengikuti penilaian agar mencapai nilai melebihi KKM. Apabila hal tersebut tidak bisa dicapai, peserta didik harus mengetahui KD-KD yang belum tuntas dan perlu perbaikan;dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Evaluasi keterlaksanaan dan hasil program kurikulum dapat dilihat dari keberhasilan pencapaian KKM sebagai tolok ukur. Oleh karena itu hasil pencapaian KD berdasarkan KKM yang ditetapkan perlu dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang peta KD-KD tiap mata pelajaran yang mudah atau sulit, dan cara perbaikan dalam proses pembelajaran maupun pemenuhan saranaprasarana belajar di sekolah;merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan upaya yang harus dilakukan bersama antara pendidik, peserta didik, pimpinan satuan pendidikan, dan orang tua. Pendidik melakukan upaya pencapaian KKM dengan memaksimalkan proses pembelajaran dan penilaian. Peserta didik melakukan upaya pencapaian KKM dengan proaktif mengikuti kegiatan pembelajaran serta mengerjakan tugas-tugas yang telah didesain pendidik. Orang tua dapat membantu dengan memberikan motivasi dan dukungan penuh bagi putra-putrinya dalam mengikuti pembelajaran. Sedangkan pimpinan satuan pendidikan berupaya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran dan penilaian di sekolah;merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran. Satuan pendidikan harus berupaya semaksimal mungkin untuk melampaui KKM yang ditetapkan. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan salah satu tolok ukur kinerja satuan pendidikan dalam menyelenggarakan program pendidikan. Satuan pendidikan dengan KKM yang tinggi dan dilaksanakan secara bertanggung jawab dapat menjadi tolok ukur kualitas mutu pendidikan bagi komponen yang harus diperhatikan dalam menyusun KKM adalah Karakeristik peserta didik intakeKarakteristik mata pelajaran kompleksitas materi/kompetensiSatuan Pendidikan daya dukungLangkah dalam penentuan KKM mata pelajaran pada satuan Pendidikan sebagai berikut Menghitung jumlah KD tiap mata pelajaran di masing-masing tingkat kelas dalam 1 tahun PelajaranMenentukan nilai Intake, kompleksitas dan daya dukung yang dimiliki baik siswa maupun dalam menentukan KKM Kriteria dalam menentukan KKM Karakteristik peserta didik Intake; Untuk siswa kelas VII dengan mengambil nilai rata rata Raport SD, nilai Ujian Sekolah SD atau nilai seleksi masuk ke SMP, Untuk kelas VIII dan IX , dengan memperhatikan nilai raport penetapan KKM Untuk memudahkan analisis setiap indikator, perlu dibuat skala penilaian yang disepakati oleh guru mata pelajaran. ContohNilai KKM merupakan angka bulat, maka nilai KKM-nya adalah Mata pelajaran kompleksitas; Tingkat kesulitas dari masing-masing mata pelajaran dan tingkat kesulitan tiap bab yang dapat ditetapkan melalui forum guru di MGMP tingkat sekolah dengan memerhatikan ; hasil analisis jumlah KD, kedalaman KD, keluasan KD dan perlu tidaknya pengetahuan prasyarat. Suatu indikator dikatakan memiliki tingkat kompleksitas tinggi, apabila dalam pencapaiannya didukung oleh sekurang-kurangnya satu dari sejumlah kondisi sebagai berikut guru yang memahami dengan benar kompetensi yang harus dibelajarkan pada peserta didik; guru yang kreatif dan inovatif dengan metode pembelajaran yang bervariasi; guru yang menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai bidang yang diajarkan; peserta didik dengan kemampuan penalaran tinggi; peserta didik yang cakap/terampil menerapkan konsep; peserta didik yang cermat, kreatif dan inovatif dalam penyelesaian tugas/pekerjaan; waktu yang cukup lama untuk memahami materi tersebut karena memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan yang tinggi, sehingga dalam proses pembelajarannya memerlukan pengulangan/latihan; tingkat kemampuan penalaran dan kecermatan yang tinggi agar peserta didik dapat mencapai ketuntasan 1. SK 2. Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia stoikiometri KD Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia Indikator Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksiIndikator ini memiliki kompleksitas yang tinggi, karena untuk menentukan pereaksi pembatas diperlukan beberapa tahap pemahaman/penalaran peserta didik dalam perhitungan 2. SK 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia KD Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifatsifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron Indikator Menentukan konfigurasi elektron berdasarkan tabel periodik atau nomor atom ini memiliki kompleksitas yang rendah karena tidak memerlukan tahapan berpikir/penalaran yang Satuan Pendidikan daya dukung sekolah ; Daya dukung sekolah meliputi Kompetensi pendidik bisa dilihat dari ijazah, nilai UKG, jumlah peserta didik dalam satu kelas, predikat akreditasi sekolah, fasilitas penunjang disekolah seperti internet, perpustakaan, laboratorium dll.kelayakan sapras sekolahSarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai peserta didik seperti perpustakaan, laboratorium, dan alat/bahan untuk proses pembelajaran; Ketersediaan tenaga, manajemen sekolah, dan kepedulian stakeholders SK 3 Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktorfaktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri KD Menjelaskan keseimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah keseimbangan dengan melakukan percobaan Indikator Menyimpulkan pengaruh perubahan suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume pada pergeseran keseimbangan melalui dukung untuk Indikator ini tinggi apabila sekolah mempunyai sarana prasarana yang cukup untuk melakukan percobaan, dan guru mampu menyajikan pembelajaran dengan baik. Tetapi daya dukungnya rendah apabila sekolah tidak mempunyai sarana untuk melakukan percobaan atau guru tidak mampu menyajikan pembelajaran dengan menghitung dan menentukan KKM Mapel dan SekolahAgar tidak menimbulkan kriteria yang berbeda antar guru dalam satu sekolah, maka perlu dibuat skala penilaian yang disepakati oleh guru mata pelajaran seperti contoh berikut ini Menentukan KKM setiap KD dengan rumus berikut Menentukan KKM setiap mata pelajaran menggunakan rumus Model KKMModel KKM terdiri atas a. Lebih dari satu KKMArtinya dalam satu sekolah setiap mata pelajaran memiliki KKM yang berbeda, namun karena memiliki KKM nya berbeda-beda tiap mata pelajaran,maka muncul interval nilai dan predikat yang berbeda-beda seperti dibawah ini, saya misalkan 1. KKM Bahasa Indonesia 752. KKM Matematika 603. KKM IPA 64Maka kriteria predikat untuk Bahasa Indonesia yang memiliki KKM = 75 adalah nilai max β nilai KKM 3 = 100 β 75 3 = 8,3 Panjang interval untuk tiap predikat 8 atau 9Maka Kriteria predikat untuk Matematika yang memiliki KKM = 60 adalah niai max β nilai KMM3 = 100 -60 3 = 40 3 = 13,3 sehingga Panjang intervalnya 13 atau 14Maka kriterianya menjadi Maka Kriteria predikat untuk IPA yang memiliki KKM = 64 adalah nilai max β nilai kkm3 = 100 β 64 3 = 12Jadi Panjang interval nilainya 12 untuk mapel IPASehingga table predikatnya seperti ini,setelah semua mapel menentukan kritria predikatnya, nampak pada tabel berikut Berdasarkan ilustrasi diatas terlihat didalam table kritria predikatnya berbeda-beda, hal ini bisa menimbulkan masalah, karena ketidak pahaman orang tua dan siswa, oleh sebab itu satuan pendidikan harus mensosialisasikannya kepada pihak -pihat terkait, dengan Satu KKMSatuan Pendidikan yang memilih satu KKM untuk semua mata pelajaran , langkahnya adalah setelah setiap mata pelajaran menentukan KKM nya masing-masing , kemudian dipilihlah KKM satuan Pendidikan dengan cara mengambil KKM yang terendah, rata-rata kkm dari tiap mata pelajaran, atau modus dari KKM mata interval nilai dan predikat untuk semua mata pelajaran satu nilai dan tidak akan menimbulkan kebingungan orang tua siswa. Dibawah ini saya hantarkan contoh KKM IPA KELAS 9 SEM 1-2 TAHUN 2020-2021 Silahkan Contoh KKM Mapel dan Sekolah KKM IPA Kelas 7 tahun 2020-2021 DISINIKKM IPA Kelas 8 tahun 2020-2021 DISINIKKM IPA Kelas 9 tahun 2020-2021 DISINISumber rujukan Cara menghitung KKM Mapel dan Sekolah Panduan penilaian oleh pendidik dan satuan Pendidikan Kemdikbud Dirjen dikdas penentuan dan cara menghitung KKM Mapel dan Sekolah, semoga bermanfaat. ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" KH Maimoen Zubair
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Hal penting yang harus diperhatikan ketika melaksanakan penilaian dalam Kurikulum 2013 adalah KKM, remedial, dan pengayaan. Kriteria Ketuntasan Minimal KKM Kriteria Ketuntasan Minimal yang selanjutnya disebut KKM adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan. Dalam menetapkan KKM, satuan pendidikan harus merumuskannya secara bersama antara kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya. KKM dirumuskan setidaknya dengan memperhatikan 3 tiga aspek karakteristik peserta didik intake, karakteristik mata pelajaran kompleksitas materi/kompetensi, dan kondisi satuan pendidikan daya dukung pada proses pencapaian kompetensi. Secara teknis prosedur penentuan KKM mata pelajaran pada satuan pendidikan dapat dilakukan antara lain dengan cara berikut. Menghitung jumlah KD setiap mata pelajaran pada masing-masing tingkat kelas dalam satu tahun pelajaran. Menentukan nilai aspek karakteristik peserta didik intake, karakteristik mata pelajaran kompleksitas materi/kompetensi, dan kondisi satuan pendidikan daya dukung dengan memperhatikan komponen-komponen berikut. 1 Karakteristik Peserta Didik Intake Karakteristik peserta didik intake bagi peserta didik baru kelas VII antara lain memperhatikan rata-rata nilai rapor SD, nilai ujian sekolah SD, nilai hasil seleksi masuk peserta didik baru di jenjang SMP. Bagi peserta didik kelas VIII dan IX antara lain diperhatikan rata-rata nilai rapor semester-semester sebelumnya. 2 Karakteristik Mata Pelajaran Kompleksitas Karakteristik Mata Pelajaran kompleksitas adalah tingkat kesulitan dari masing-masing mata pelajaran, yang dapat ditetapkan antara lain melalui expert judgment guru mata pelajaran melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran MGMP tingkat sekolah, dengan memperhatikan hasil analisis jumlah KD, kedalaman KD, keluasan KD, dan perlu tidaknya pengetahuan prasyarat. 3 Kondisi Satuan Pendidikan Daya Dukung Kondisi Satuan Pendidikan Daya Dukung meliputi antara lain 1 kompetensi pendidik misalnya nilai Uji Kompetensi Guru; 2 jumlah peserta didik dalam satu kelas; 3 predikat akreditasi sekolah; dan 4 kelayakan sarana prasarana sekolah. Contoh Kriteria dan skala penilaian penetapan KKM Untuk memudahkan analisis setiap KD, perlu dibuat skala penilaian yang disepakati oleh guru mata pelajaran. Menentukan KKM setiap KD dengan rumus berikut Misalkan aspek daya dukung mendapat nilai 90 aspek kompleksitas mendapat nilai 70 aspek intake mendapat skor 65 Jika bobot setiap aspek sama, nilai KKM untuk KD tersebut adalah sebagai berikut Dalam menetapkan nilai KKM KD, pendidik/satuan pendidikan dapat juga memberikan bobot berbeda untuk masing-masing aspek. Atau dengan menggunakan poin/skor pada setiap kriteria yang ditetapkan. Jika KD memiliki kriteria kompleksitas tinggi, daya dukung tinggi dan in-take peserta didik sedang, maka nilai KKM-nya adalah Nilai KKM merupakan angka bulat, maka nilai KKM-nya adalah 67. Menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan rumus Model KKM Model KKM terdiri atas lebih dari satu KKM dan satu KKM. Satuan pendidikan dapat memilih salah satu dari model penetapan KKM tersebut. Penjelasan rinci kedua model tersebut dipaparan sebagai berikut. A. Lebih dari Satu KKM Satuan pendidikan dapat memilih setiap mata pelajaran memiliki KKM yang berbeda. Misalnya, KKM IPA 64, Matematika 60, Bahasa Indonesia 75, dan seterusnya. Di samping itu, KKM juga dapat ditentukan berdasarkan rumpun mata pelajaran kelompok mata pelajaran. Misalnya, rumpun MIPA Matematika dan IPA memiliki KKM 70, rumpun bahasa Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris memiliki KKM 75, rumpun sosial IPS dan PPKn memiliki KKM 80, dan seterusnya. Satuan pendidikan yang memilih KKM berbeda untuk setiap mata pelajaran, memiliki konsekuensi munculnya interval nilai dan predikat yang berbeda-beda, diilustrasikan berikut 1 KKM mata pelajaran Bahasa Indonesia 75. Nilai C cukup dimulai dari 75. Predikat di atas Cukup adalah Baik dan Sangat Baik. Panjang interval nilai untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat ditentukan dengan cara Nilai maksimum β Nilai KKM 3 = 100 β 75 3 = 8,3 sehingga panjang interval untuk setiap predikat 8 atau 9. Karena panjang interval nilainya 8 atau 9, dan terdapat 4 macam predikat, yaitu A Sangat Baik, B Baik, C Cukup, dan D Kurang, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia interval nilai dan predikatnya adalah sebagai berikut. Pada contoh di atas, panjang interval untuk predikat C dan B yaitu 9, sedangkan predikat A panjang intervalnya 8. 2 KKM mata pelajaran Matematika adalah 60. Nilai C cukup dimulai dari 60. Panjang interval nilai untuk mata pelajaran Matematika dapat ditentukan dengan cara nilai maksimum β nilai KKM 3 = 100 β 60 3 = 13,3 sehingga panjang interval untuk setiap predikat 13 atau 14. Karena panjang interval nilainya 13 atau 14, untuk mata pelajaran Matematika interval nilai dan predikatnya adalah sebagai berikut. Pada contoh di atas, panjang interval untuk predikat C dan B yaitu 14, sedangkan predikat A panjang intervalnya 13. 3 KKM mata pelajaran IPA adalah 64. Nilai C cukup dimulai dari 64. Panjang interval nilai untuk mata pelajaran IPA dapat ditentukan dengan cara nilai maksimum β nilai KKM 3 = 100 β 64 3 = 12 Karena panjang interval nilainya 12, untuk mata pelajaran IPA interval nilainya 12 atau 13, dan predikatnya sebagai berikut. Berdasarkan ilustrasi di atas, jika peserta didik mendapatkan nilai sama, misalnya 74, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA, predikatnya bisa menjadi berbeda-beda seperti berikut. Kasus seperti di atas sering menimbulkan masalah. Peserta didik, orang tua, masyarakat luas, dan pengguna hasil penilaian seringkali belum dapat memahami secara utuh. Oleh sebab itu, satuan pendidikan harus mensosialisasikan dengan jelas kepada semua pihak terkait. B. Satu KKM Satuan pendidikan dapat memilih satu KKM untuk semua mata pelajaran. Setelah KKM setiap mata pelajaran ditentukan, KKM satuan pendidikan dapat ditetapkan dengan memilih KKM yang terendah, rata-rata, atau modus dari seluruh KKM mata pelajaran. Misalnya, SMP Indonesia Pintar berdasarkan hasil analisis menentukan satu KKM untuk seluruh mata pelajaran KKM 78. Untuk satuan pendidikan yang menetapkan hanya satu KKM untuk semua mata pelajaran, interval nilai dan predikat dapat menggunakan satu ukuran. Misalnya, KKM menggunakan ukuran yang sudah lazim, yaitu 60, berarti predikat Cukup dimulai dari nilai 60. Interval nilai dan predikat untuk semua mata pelajaran menggunakan tabel yang sama, misalnya ditunjukkan di bawah ini. Remedial dan Pengayaan Setelah KKM ditentukan, capaian pembelajaran peserta didik dapat dievaluasi ketuntasannya. Peserta didik yang belum mencapai KKM berarti belum tuntas, wajib mengikuti program remedial, sedangkan peserta didik yang sudah mencapai KKM dinyatakan tuntas dan dapat diberikan pengayaan. A. Remedial Remedial merupakan program pembelajaran yang diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai KKM dalam satu KD tertentu. Pembelajaran remedial diberikan segera setelah peserta didik diketahui belum mencapai KKM. Pembelajaran remedial dilakukan untuk memenuhi kebutuhan/hak peserta didik. Dalam pembelajaran remedial, pendidik membantu peserta didik untuk memahami kesulitan belajar yang dihadapi secara mandiri, mengatasi kesulitan dengan memperbaiki sendiri cara belajar dan sikap belajarnya yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang optimal. Dalam hal ini, penilaian merupakan assessment as learning. Metode yang digunakan pendidik dalam pembelajaran remedial juga dapat bervariasi sesuai dengan sifat, jenis, dan latar belakang kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Tujuan pembelajaran juga dirumuskan sesuai dengan kesulitan yang dialami peserta didik. Pada pelaksanaan pembelajaran remedial, media pembelajaran juga harus betul-betul disiapkan pendidik agar dapat mempermudah peserta didik dalam memahami KD yang dirasa sulit itu. Dalam hal ini, penilaian tersebut merupakan assessment for learning. Pelaksanaan pembelajaran remedial disesuaikan dengan jenis dan tingkat kesulitan peserta didik yang dapat dilakukan dengan cara Pemberian bimbingan secara individu. Hal ini dilakukan apabila ada beberapa anak yang mengalami kesulitan yang berbeda-beda, sehingga memerlukan bimbingan secara individual. Bimbingan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kesulitan yang dialami oleh peserta didik. Pemberian bimbingan secara kelompok. Hal ini dilakukan apabila dalam pembelajaran klasikal ada beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan sama. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda. Pembelajaran ulang dilakukan apabila semua peserta didik mengalami kesulitan. Pembelajaran ulang dilakukan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan. Pemanfaatan tutor sebaya, yaitu peserta didik dibantu oleh teman sekelas yang telah mencapai KKM, baik secara individu maupun kelompok. Pembelajaran remedial diakhiri dengan penilaian untuk melihat pencapaian peserta didik pada KD yang diremedial. Pembelajaran remedial pada dasarnya difokuskan pada KD yang belum tuntas dan dapat diberikan berulang-ulang sampai mencapai KKM dengan waktu hingga batas akhir semester. Apabila hingga akhir semester pembelajaran remedial belum bisa membantu peserta didik mencapai KKM, pembelajaran remedial bagi peserta didik tersebut dapat dihentikan. Pendidik tidak dianjurkan memaksakan untuk memberi nilai tuntas sesuai KKM kepada peserta didik yang belum mencapai KKM. Pemberian nilai KD bagi peserta didik yang mengikuti pembelajaran remedial yang dimasukkan sebagai hasil penilaian harian PH, dapat dipilih beberapa alternatif berikut. a Alternatif 1 Peserta didik diberi nilai sesuai capaian yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti remedial. Misalkan, suatu matapelajaran IPA memiliki KKM sebesar 64. Seorang peserta didik, Andi memperoleh nilai PH-1 KD sebesar50. Karena Andi belum mencapai KKM, maka Andi mengikuti remedial untuk KD Setelah Andi mengikuti remedial dan diakhiri dengan penilaian, Andi memperoleh hasil penilaian sebesar 80. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka nilai PH-1 KD yang diperoleh Andi adalah sebesar 80. Keuntungan menggunakan ketentuan ini 1 Meningkatkan motivasi peserta didik selama mengikuti pembelajaran re-medial karena peserta didik mempunyai kesempatan untuk memperoleh nilai yang maksimal. 2 Ketentuan tersebut sesuai dengan prinsip belajar tuntas mastery learning. Kelemahan menggunakan ketentuan ini Peserta didik yang telah tuntas misalnya, Wati dengan nilai 75 dan nilainya dilampaui oleh peserta didik yang mengikuti remedial misalnya, Andi dengan nilai 80, kemungkinan Wati mempunyai perasaan diperlakukan βtidak adilβ oleh pendidik. Oleh karena itu, pendidik disarankan memberikan kesempatan yang sama pada peserta didik yang telah mencapai KKM untuk memperoleh nilai yang maksimal. b Alternatif 2 Peserta didik diberi nilai dengan cara merata-rata antara nilai capaian awal sebelum mengikuti remedial dan capaian akhir setelah mengikuti remedial, dengan ketentuan 1 Jika capaian akhir telah melebihi KKM misalnya, Badar memperoleh nilai 90 dan setelah dirata-rata dengan capaian awal misalnya, capaian awal Badar adalah 60 ternyata hasil rata-rata telah melebihi KKM nilai 64, maka hasil rata-rata nilai 75 sebagai nilai perolehan peserta didik tersebut Badar. 2 Jika capaian akhir telah melebihi KKM misalnya, Andi memperoleh nilai 70 dan setelah dirata-rata dengan capaian awal misalnya, capaian awal Andi adalah 50 ternyata hasil rata-rata belum mencapai KKM nilai 64, maka Andi diberi nilai sebesar nilai KKM, yaitu 70. Alternatif 2 ini sebagai upaya untuk mengatasi kelemahan Alternatif 1, meskipun Alternatif 2 ini tidak memiliki dasar teori, namun lebih mengedepankan faktor kebijakan pendidik. Upaya lain, untuk mengatasi kelemahan Alternatif 1, yaitu dengan memberikan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik untuk mengikuti tes, namun dengan catatan perlu diinformasikan kepada peserta didik bahwa konsekuensi nilai yang akan diambil adalah nilai hasil tes tersebut atau nilai terakhir. c Alternatif 3 Peserta didik diberi nilai sama dengan KKM yang ditetapkan oleh sekolah untuk suatu mata pelajaran, berapapun nilai yang dicapai peserta didik tersebut telah melampaui nilai KKM. . Pengayaan Pengayaan merupakan program pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui KKM. Fokus pengayaan adalah pendalaman dan perluasan dari kompetensi yang dipelajari. Pengayaan biasanya diberikan segera setelah peserta didik diketahui telah mencapai KKM berdasarkan hasil PH. Pembelajaran pengayaan biasanya hanya diberikan sekali, tidak berulang kali sebagaimana pembelajaran remedial. Pembelajaran pengayaan umumnya tidak diakhiri dengan penilaian. Bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan melalui Belajar kelompok, yaitu sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan tugas untuk memecahkan permasalahan, membaca di perpustakaan terkait dengan KD yang dipelajari pada jam pelajaran sekolah atau di luar jam pelajaran sekolah. Pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik berupa pemecahan masalah nyata. Selain itu, secara kelompok peserta didik dapat diminta untuk menyelesaikan sebuah proyek atau penelitian ilmiah. Belajar mandiri, yaitu secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu yang diminati, menjadi tutor bagi teman yang membutuhkan. Kegiatan pemecahan masalah nyata, tugas proyek, ataupun penelitian ilmiah juga dapat dilakukan oleh peserta didik secara mandiri jika kegiatan tersebut diminati secara individu. Referensi dari buku Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan untuk Sekolah Menengah Pertama revisi 2018 yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan nasional