Jakarta(ANTARA) - Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis Indonesia Port Corporation Terminal Petikemas (IPC TPK) David Sirait menyatakan kapal MV MSC Tianshan bersandar di Terminal 3 PT IPC Terminal Petikemas Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, guna mengatasi kelangkaan petikemas, serta menunjang ekspor produk Indonesia ke luar negeri. Lanjut ke konten – Tanjung Priok Pelabuhan Tanjung Priok kedatangan kapal terbesar MV MSC Tianshan pada Hari Kamis di Terminal 3 PT IPC Terminal Petikemas, hari ini Kamis 13/1/2022 Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Dr. Capt. Wisnu Handoko MSc dan Kepala Kantor Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok Andi Hartono beserta tim menghadiri penyambutan kapal terbesar, dengan ukuran LOA 334 M di dermaga IPC TPK Tanjung Priok TO3. Kapal MV MSC Tianshan FK151R yang Dinakhodai Jastrzebski Dariusz Grzegorz dengan panjang 334 meter bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok berasal dari Umm Qasr Port, Irak dengan tujuan Qingdao, China. Kapal tersebut diageni oleh PT Perusahaan Pelabuhan Nusantara Panurjwan yang rencananya akan membongkar 1702 boxes atau equivalent sekitar 3394 TEUs dan akan memuat 103 boxes atau sekitar 2442 tonase. Capt Wisnu Handoko pada kesempatan itu menyampaikan bahwa kehadiran ship call MV. Tianshan bisa menjawab kondisi kelangkaan kontainer yang terjadi akhir-akhir ini. Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok berharap agar para exporter dapat memanfaatkan ketersediaan kontainer ini dengan baik untuk melakukan pengiriman muatan. “Kepada pihak pelayaran untuk tetap menjaga biaya freight tetap kompetitif, sehingga tidak menambah beban biaya logistik dan diharapkan bisa menarik minat para shipper,” katanya.. Capt Wisnu menambahkan pihaknya memberikan apresiasi kepada PT IPC Terminal TPK yang memfasilitasi sandar kapal kontainer besar ini. Ke depannya diharapkan untuk dapat terus memberikan dan meningkatkan pelayanan yang baik terhadap kapal – kapal asing. MM-01. Navigasi pos

IPCkembali membagikan ribuan masker di Pelabuhan Tanjung Priok. Baca lebih lajut: Smartfren Produksi dan Bagikan Puluhan Ribu Masker untuk Bantu Cegah Covid-19 Cukupkan Menjemur Masker Kain di Bawah Sinar Matahari? |Republika Online Baznas Salurkan 20 Ribu Masker Produksi Kampung Binaan |Republika Online

This article has been translated by PwC Indonesia as part of our Indonesia Infrastructure News Service. PwC Indonesia has not checked the accuracy of, and accepts no responsibility for the content. Investor Daily Akhir 2018, IPC-TPK Jadi Pengelola Terminal Petikemas Priok 17 July 2018 Jakarta — PT Pelabuhan Indonesia II Persero or IPC appointed its subsidiary, PT IPC Terminal Peti Kemas IPC TPK, to manage container loading & unloading services at Terminal 2 and Terminal 3 of Tanjung Priok Port in North Jakarta. “The arrangement is conducted to improve the quality of service to consumers, so each entity under IPC can focus more on their main business,” said IPC President Director Elvyn G. Masassya in his official statement in Jakarta, Monday 16/7. IPC TPK is a subsidiary of IPC which is established to operate container terminal. Terminal 2 and Terminal 3 at Tanjung Priok Port will be officially operated by IPC TPK as of Sunday, 15 July 2018. Henceforth, entering the second half of 2018, IPC management has also decided on a new business model for IPC, namely each subsidiary will focus on its own business to optimize their functions and roles. Every container terminal at the company’s ports which has reached a certain volume will be operated by PT IPC TPK, while every non-container terminal at the company’s ports which has also reached a certain volume will be managed by PT Pelabuhan Tanjung Priok PTP. Meanwhile the management of vehicle terminals including roro terminals will be carried out by PT Indonesia Kendaraan Terminal IKT Tbk. This business model aims to improve productivity, efficiency, and management standardisation, thus improving IPC service performance. According to Elvyn, the volume of business and operation at Tanjung Priok Port keeps increasing each year. Therefore, operational adjustment and arrangement are needed to enhance the quality of service to consumers. So far, loading and unloading services at Terminal 2 and Terminal 3 of Tanjung Priok Port are managed by PTP. Terminal 3 focuses on providing international container loading & unloading services, whereas Terminal 2 concentrates on domestic containers. With regard to the change in the management of Terminal 2 and Terminal 3, PTP has circulated a letter of notification to service users on last 13 July.
MaritimIndonesia - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui investasi secara berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan fasilitas untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa.. Bagi pelaku usaha angkutan barang, telah dilakukan berbagai pengembangan fasilitas antara lain peningkatan kekuatan dan pelebaran No. Lokasi CCTV Lihat CCTV 1 AREA PARKIR PELABUHAN Contoh camera_alt 2 POS PINTU MASUK PELABUHAN Contoh camera_alt

KepalaPolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi Pelabuhan Tanjung Priok karena membantu memudahkan hadirnya 10 unit tangki ISO berisi 21 ribu liter oksigen cair di Lapangan 219X.

PelabuhanTanjung Emas-(Akpol) Kaliwiru ini rencananya akan segera diresmikan hari Rabu (05/11) oleh Walikota Semarang. besaran sekitar Rp 70 triliun. Sebagai langkah awal, akan dibangun pelabuhan-pelabuhan Belawan di Medan Sumatera Utara, Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Perak di Surabaya Jawa Timur, Makassar di Sulawesi Selatan dan
ASPEKID. JAKARTA - PT Pelindo II (Persero) memaksimalkan teknologi digital dalam layanan kepelabuhan. Penggunaan teknologi guna mencegah praktik suap di Pelabuhan Tanjung Priok. "IPC (Indonesia Port Corporation) terus mengoptimalkan layanan terminal peti kemas melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi jasa kepelabuhan dan mencegah praktik suap-menyuap
IPC Car Terminal / "IPCC") sebagai pelengkap dari terminal kendaraan yang ada di Tanjung Priok, mengingat pertumbuhan ekspor dalam 10 tahun terakhir mencapai CAGR sekitar 15% bahkan di perkirakan ke depan dapat bertumbuh lebih signifikan lagi. Ini semakin mengukuhkan Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pusat petikemas domestik di Indonesia
Tahunlalu, realiasi dwelling time di Tanjung Priok sudah mencapai rata-rata 2,7 hari. Ini jauh lebih singkat dari pelabuhan lain yang tidak di bawah pengelolaan IPC. Selain itu, Elvyn juga berhasil membenahi image IPC, di mana pelabuhan-pelabuhan di bawah naungan IPC telah berubah menjadi lebih modern.
Liputan6com, Jakarta Pelaku usaha mengajukan keberatan atas kebijakan PT Pelindo II (Persero) atau IPC menaikkan sejumlah pos tarif di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka menolak karena dinilai tidak sejalan dengan upaya pemerintah untuk menekan biaya logistik dari 23,5 persen menjadi 17 persen pada 2024.
.
  • iredby675b.pages.dev/180
  • iredby675b.pages.dev/359
  • iredby675b.pages.dev/4
  • iredby675b.pages.dev/101
  • iredby675b.pages.dev/341
  • iredby675b.pages.dev/1
  • iredby675b.pages.dev/395
  • iredby675b.pages.dev/448
  • cctv pelabuhan tanjung priok ipc